| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com – Medan. Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar akrab disapa Cak Imin, dinilai layak didorong menjadi Cawapres mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019 akan datang.
"Tokoh muda Nadhlatul Ulama ini, tak perlu diragukan lagi. Cak Imin merupakan figur muda, enerjik dan berasal dari hubungan emosional kelompok santri," kata pengamat komunikas politik UIN Sumut Dr Anang Anas Azhar MA ketika tampil sebagai pembicara pada acara dialog bertajuk "Cak Imin di Mata Pemuda Sumatera Utara", di Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (2/10/2017) sore.
Tampil sebagai pembicara pada dialog tersebut, sejumlah aktivis dan pengamat di antaranya, pengamat politik Faisal Riza MA, Ketua DPW PPP Sumut Aswan Jaya dan politisi Partai Demokrat Ronald Naibaho dan mantan Ketua Geraka Pemuda Ansor Sumut Fadly Yasir. Peserta dalam dialog itu, dihadiri sejumlah aktivis muda lintas generasi.
Andai Cak Imin masuk dalam bursa Cawapres, kata Anang, sangat diperlukan mengambil langkah-langkah politik secara ril untuk memperkenalkan Cak Imin kepada publik. Saat ini, figur Cak Imin belum dikenal luas di tengah-tengah masayarakat. "Kalau internal NU dan PKB yang kita hitung, maka nama Cak Imin tak perlu ragukan lagi popularitasnya. Tapi, nama Cak Imin diakui belum menyentuh di kelompok ormas lain," kata Anang yang juga Dosen UIN Sumut ini.
Menurut Anang, memperkenalkan figur ke tengah-tengah masyarakat setidaknya membutuhkan dua bermodal. Pertama, kata dia, modal sosial. Jika Cak Imin ingin berkompetisi dengan tokoh lainnya, maka sudah saatnya Cak Imin turun ke masyarakat. Perlu dicatat bahwa, Cak Imin sebaiknya lebih banyak turun di luar Jawa. Konsentrasi massa yang belum mengenal Cak Imin, justru lebih banyak di luar pulau Jawa.
Kedua, kata Anang, Cak Imin harus memiliki modal kapital. Modal kapital merupakan penunjang utama untuk memperkenalkan sosok Cak Imin. Secara politik, figur Cak Imin hanya dikenal luas di satu propinsi, popularitasnya belum meluas ke propinsi lain seperti di luar pulau Jawa.
"Saya kiri, di sinilah peran utama kader-kader NU dan PKB untuk memperkenalkan Cak Imin di seluruh propinsi," katanya.

