| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com- Reformasi yang terjadi pada Mei 1998 sebenarnya sulit disebut pergerakan murni. Karena reformasi yang terjadi 20 tahun lalu itu telah ditumpangi sejumlah penumpang gelap. Salah satu penumpang gelap itu adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Salah satu penumpang gelap itu adalah SBY. Kalau tidak ada penumpang gelap bagaimana mungkin kucuran dana dari lembaga-lembaga dunia bisa langsung mengucur ke Indonesia melalui Amien Rais yang kala itu menjabat Ketua MPR," kata Ratna Sarumpaet dalam diskusi satu forum yang digelar di Kampus Universitas islam Sumatra Utara (UISU), Jalan SM Raja, Medan Sabtu (12/5/2018), .
Selajn itu, tambah Ratna, kegagalan reformasi yang terjadi sekarang ini karena memang tidak ada agenda reformasi 1998 yang wajib dipaksakan kepada pemerintah.
Disinggung soal kondisi pemerintahan sekarang ini, Ratna menyebut pemerintahan harusnya menjalankan visi dan misi bangsa, bukan visi dan misi pribadi. Tidak seperti sekarang, di mana masyarakat tercerai-berai karena pemerintah tidak berpihak pada mereka.

