| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Atlet karateka Sumatera Utara (Sumut) mendominasi penuh Open Turnamen Antar Master Shindoka yang berakhir di Gelanggang Remaja Medan, Minggu (5/8/2018) petang. Total Sumut meraih 99 poin sehingga berhak menjadi juara umum dari 12 provinsi yang ikut di even ini.
Sapu bersih Sumut dibuktikan dengan raihan 19 medali emas, 16 perak, dan 10 perunggu, sedangkan runner up direbut Jawa Barat dengan koleksi 2 emas, 1 perak, dan 1 perunggu (total 9 poin) disusul di tempat ketiga diraih Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan 1 emas, 2 perak, dan 1 perunggu (8 poin).
Di kelas bergengsi usia 18-30 tahun, baik Kata dan Kumite kelas +55 kg dan - 60 kg, hanya satu gelar lepas di nomor Kumite Putra -60 kg yang direbut Tasman (Sulsel) usai di final mengalahkan Fahri (Sumut).
Tapi di lima kelas bergengsi ini lainnya berhasil disapu bersih Sumut seperti salah satunya yang diraih Nicky Dwi Oktari yang cukup diandalkan dan menjadi atlet paling berprestasi Shindoka/FORKI Sumut, sukses merebut juara nomor kumite +55 kg.
Sementara pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Shindoka Sumut tiga besar pengoleksi medali terbanyak didominasi dojo-dojo asal Kota Medan yakni peringkat pertama direbut Dojo SR 2000 dengan raihan 10 medali emas, 8 perak, 12 perunggu atau dengan total 58 poin.
Kemudian peringkat kedua direbut Dojo Pendopo dengan raihan 3 medali emas, 3 perak, dan 7 perunggu dengan 22 poin serta peringkat ketiga diraih Budi Agung 3 emas, 1 perak, dan 4 perunggu dengan total 15 poin.
Usai menutup dan penyerahan hadiah, Ketua Umum Pengda Perguruan Shindoka Sumut, Zulkarnain mengaku cukup puas atas dominasi karateka binaannya. Namun katanya, even ini tujuannya adalah bagian dari evaluasi dari proses pembinaan yang dilakukan.
"Hasil ini kita yakin dan percaya program pembinaan itu sudah on the track dan harus bisa kita pertahankan, dan harapannya mereka yang juara ini bisa terpilih nanti dari seleksi PB Shindoka untuk persiapan mengikuti kejuaraan dunia Asia Pasific Shitoryu Karate Federation di Jakarta November 2018 mendatang," pungkas Zulkarnain seraya mengatakan Pengda Shindoka Sumut memberikan apresiasi kepada atlet berprestasi berupa pemberian uang pembinaan.
Kejurda Sumut dan juga Open Turnamen Antar Master Shindoka yang digelar di Gelanggang Remaja Medan sejak, Sabtu (4/8) hingga Minggu (5/8) ini diikuti sebanyak 170 karateka Sumut (kejurda) dan 130 atlet (antar master) dari 12 provinsi se Indonesia, yakni Lampung, Sumut, Kepri, Sumsel, Jambi, Banten, DKI, Jateng, Jabar, Jatim, Sulsel, dan NTT.

