| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Belawan. Kendati sentra produksi sayur mayur Sumatra Utara (Sumut) yakni Kabupaten Karo menjadi sasaran erupsi Gunung Sinabung sejak beberapa tahun lalu, namun tahun ini komoditas sayur masih menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Sumut melalui Pelabuhan Belawan.
Indikasi ini dapat dilihat dari aktivitas ekspor Sumut yang dikapalkan melalui terminal peti kemas Belawan International Container Terminal (BICT). Selama dua bulan pertama tahun ini aktivitas ekspor sayur Sumut naik hingga 33,83 persen.
Asisten Manajer Hukum dan SDM Pelindo 1 BICT, Tengku Irfansyah, kepada medanbisnisdaily.com, Senin (1/4/2019), mengatakan, sejak Januari – Februari 2019 aktivitas ekspor sayur Sumut yang dikapalkan melalui terminal peti kemas BICT mencapai 9.233 ton. Jumlah ini naik sekitar 33,83 persen dibandingkan periode serupa 2018 yang jumlahnya 6.899 ton.
Tahun ini kata Irfansyah, ekspor sayur Sumut cukup menggembirakan. Pasalnya, selama Februari 2019 ekspor sayur Sumut melonjak drastis dari 1.648 ton pada Januari menjadi 7.585 ton. Padahal ekspor sayur pada Februari 2018 turun dari 3.700 ton pada Januari menjadi 2.599 ton pada Februari. “Kondisi ini agak langka”katanya.
Data dari BICT menyebutkan bahwa aktivitas ekspor sayur tahun 2018 turun sekitar 5,23 persen di mana aktivitas ekspor selama 2018 jumlahnya 45.726 ton sementara tahun 2017 berjumlah 48.254 ton.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, Khairul Mahalli, mengatakan, meningkatnya aktivitas ekspor sayur di awal 2019 ini berkat dukungan produksi sayur dari sejumlah daerah lainnya di Sumut seperti Taput dan Simalungun.

