| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Kontingen Sumatera Utara berhasil mengemas 11 medali emas pada Kejurnas Wushu junior dan senior Piala Presiden 2019, yang berakhir Kamis (27/06/2019) malam, di Bangka Belitung (Babel).
Untuk kelompok senior, para atlet taolu berhasil mengumpulkan 2 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Sedangkan atlet senior nomor sanda sukses mengemas 3 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Sedangkan untuk kelompok junior, para atlet taolu Sumut berhasil meraih 1 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu. Sementara atlet junior nomor sanda berhasil meraih 5 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
Sekum Pengprov Wushu Indonesia (WI) Sumut Herinyanto melalui sambungan telepon, Jumat (28/06/2019) mengatakan, hasil tersebut tidaklah mengecewakan, sebab di nomor taolu senior tidak lagi diperkuat atlet andalan seperti Lindswell Kwok yang sudah mengundurkan diri sebagai atlet dan Juwita Niza Wazni yang sedang dirundung cedera. Sementara di wushu sanda, hasil yang diraih kontingen Sumut cukup menggembirakan. Terbukti di kelompok senior dan di kelompok yunior masih mampu bersaing di posisi tiga besar.
Namun Heriyanto membenarkan, bahwa dalam Kejurnas 2019 ini, wushu Sumut mendapat pelajaran berharga, atau sinyal untuk lebih berbenah khususnya mempersiapkan regenerasi atlet wushu taolu. Hal ini terlihat dari dominasi tim-tim Pulau Jawa di nomor Pra Yunior dan Yunior. Lebih lanjut menurut Heriyanto, wushu Sumut memang harus lebih bekerja keras mempersiapkan para atlet, khususnya para atlet yang sudah meraih tiket PON XX/2020.
“Tim Pulau Jawa seperti Jatim, Jateng dan DKI, pada Kejurnas ini selain atletnya lebih banyak, penangangan latihannya langsung ditangani pelatih asal Tiongkok. Kita juga berencana datangkan pelatih asing untuk menangani tim PON 2020," ucapnya.
Heriyanto memuji pencapaian prestasi atlet sanda juniornya yang mampu merebut juara umum di kelompok junior. "Sebenarnya untuk kelompok junior kita tidak ada mematok target karena hanya membawa 8 atler dari 11 kelas yang dipertandingkan tapi hasil yang mereka raih ini sudah sangat cukup baik," katanya.
Heriyanto mengatakan, berterima kasih kepada KONI Sumut, Master Supandi Kusuma, dan semua pihak yg sudah membantu kontingen wushu Sumut. Dan di Pra PON sanda kedua di Semarang nanti Heriyanto berharap, Sumut bisa merebut tiket PON lagi, kalo bisa di semua nomor sanda. "Terima kasih kepada masyarakat Sumut. Semoga di PON kita bisa berprestasi lebih baik lagi. Untuk prestasi sanda junior kita, semoga bisa menjadi modal kita untuk menghadapi PON 2024 di Aceh Sumut," ujarnya.

