| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Panyabungan Putra Batahan, H Syuhairi Nasution kelahiran 11 Juni 1966, lama berkiprah di perantauan ini siap pulang kampung membangun Kabupaten Mandailing Natal(Madina). Kiprahnya merupakan pengusaha sukses tingkat nasional, sudah banyak duduk di jajaran direksi perusahaan tingkat nasional.
Misalnya pada 2009 lalu, alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menjabat sebagai direktur PT Bumi Indah Selaras.
Pernah menjabat sebagai manajer di PT CCM Agripharma pada periode 2005-2009.
Dan terakhir pada jajaran birokrasi pemerintahan, alumni Fateta IPB ini menjabat sebagai Direktur Operasional (Dirop) PD Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor pada periode 2015-2019.
Lulusan SMAN Tano Bato tahun 1986 ini juga sudah malang melintang dalam dunia organisasi semenjak SMP, SMA hingga mahasiswa.
Ketika kuliah, Syuhairi aktif di organisasi, mulai internal kampus hingga eksternal kampus.
H Syuhairi Nasution merupakan anggota IMA Tapsel Bogor hingga Ikatan Sepayung Batahan (ISB).
“Saya ingin membangun kampung halaman. Sejak tamat kuliah dari IPB, saya berkeinginan pulang kampung membangun kampung halaman dengan bekal ilmu yang saya miliki,” ujarnya, kepada wartawan, Sabtu (28/9/2019).
Rumah tempat kelahirannya pun masih berdiri kokoh di Pasar Batahan. Sementara di perantauan, dia memilih berdomisili di salah satu kawasan perumahan Sentul, Kabupaten Bogor.
Berbagai pelatihan dan perjalanan dinas ke luar negeri pun pernah diikutinya antara lain delegasi RI di International Pepper Community (IPC) di Thailand pada 1994.
Lalu delegasi RI pada senior official meeting Asean pada 1995 di Bangkok, Thailand. Serta berbagai penugasan lain ke luar negeri.
“Kekayaan Madina itu besar. Mulai perkebunan karet, kopi, kelapa sawit dan pertambangan. Pariwisata juga tidak kalah, kita punya Pantai Barat, “ kata pria empat anak yang mahir bahasa Inggris ini.
Sebagai putra daerah yang ingin membangun kampung halaman, H Syuhairi Nasution siap diposisikan sebagai bupati atau wakil bupati.
“Saya siap menjadi bupati atau wakil bupati demi membangun Madina. Kalau ada yang lebih hebat dari saya yang menjadi calon bupati, kenapa tidak. Niat kita jelas, untuk membangun Madina,” tegasnya.

