| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Belawan, Petugas Buru Sergap (Buser) Direktorat Polisi Perairan Daerah Sumatra Utara (Ditpolairdasu) Belawan terpaksa menembak kaki kiri Budi alias Kindi (29) salah seorang kawanan ninja kapal saat hendak ditangkap di tempat persembunyiannya Kampung Nelayan Seberang Belawan I Kecamatan Medan Belawan Sumatra Utara.
Tersangka yang merupakan otak pelaku penjarahan kapal yang tengah lego jangkar di tengah laut kawasan Buoy 1 Belawan terpaksa dihadiahi sebutir timah panas karena mencoba melawan petugas dan berusaha melarikan diri.
Kasubdit Gakkum Ditpolairdasu,AKBP Jenda Bangun kepada medanbisnisdaily.com lewat sambungan selular, Rabu (23/10/2019) mengatakan, tersangka Budi alias Kindil adalah otak pelaku pencurian (ninja) kapal yang sedang lego jangkar di Buoy l perairan Belawan.
Pengejaran kepada kelompok tersangka dilakukan setelah petugas menerima laporan bahwa sejumlah kapal yang sedang lego jangkar (menunggu giliran sandar di Pelabuhan Belawan) menjadi korban ninja kapal.
Laporan itu segera ditindak lanjuti dengan menurunkan Tim Buser Ditpolairdasu untuk melakukan pengejaran. Hasilnya , 2 rekan Budi masing masing Ruslan alias Kunyit, Erwansyah Putra alias Iwan alias Iwan Kodok ditangkap petugas Polairud Polda Sumatera Utara di kawasan Kampung Nelayan Seberang Kelurahan Belawan l Kecamatan Medan Belawan Kotamadya Medan Propinsi Sumatera Utara pekan lalu.
Dari pengakuan kedua tersangka akhirnya petugas mendapat informasi bahwa otak ninja kapal tersebut adalah Budi alias Kindil yang bersembunyi di Kampung Nelayan Seberang Belawan I. Petugas pun meluncur dan akhirnya Budi alias Kindil berhasil ditangkap setelah dihadiahi sebutir timah panas di betis kirinya, Selasa sore” kata AKBP Jenda Bangun.
Kepada penyidik tersangka mengaku sudah enam kali beraksi ke kapal yang sedang lego juangkar di lampu I perairan Belawan.
Adapun barang yang digasak kelompok Budi alias Kindil dari atas kapal terdiri dari Parasut Everiting, Baju Everiting, Besi Stik Lesing,Besi Plat Stenlis, Besi untuk Pranca, 20 Kaleng Cat dan mencuri di gudang Menara berupa batrey PLTS sebanyaj 11 unit.
AKBP Jenda Bangun mengimbau agar seorang lagi teman tersangka berinsial HDK segera menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas dari petugas yang memburunya.

