| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Calon Wali Kota Medan, Akhyar Nasution punya cita-cita dan keinginan melestarikan Istana Maimun yang menjadi salah satu ikon di Kota Medan.
"Kalau ada amanah, Istana Maimun harus diselamatkan, itu pemikiran kita bersama. Kota Medan ini Tanah Deli dan ikonnya Istana Maimun, itu yang harus kita selamatkan," ujarnya saat menerima kunjungan Tokoh muda Melayu mengatasnamakan Melayu Medan Utara (Metar), Muhammad Fauzi, di kediaman pribadinya, Jumat (23/10/2020).
Eks politikus PDIP ini berkeyakinan apabila tidak dilakukan sesuatu terhadap Istana Mainum, maka ikon Tanah Deli itu akan rusak atau hancur.
"Strukturnya itu dari kapur, sehingga mudah rapuh. Beda halnya dengan yang bertulang. Ayok kita rembukkan bersama bagaimana menyelematkannya," ajak Akhyar.
Mengenai konsep pembangunan di Medan Utara, dia tidak bisa menjanjikan untuk mengatasi persoalan banjir rob. Menurutnya, banjir rob adalah faktor alam, tidak bisa dihalangi.
"Aku harus jujur, supaya saya enggak memberikan harapan hampa. Saya diskusi dengan Pak Budi D Sinulingga 'Akhyar, kau enggak bisa melawan Tuhan, kau yang harus ngalah'. Jadi di pantai itu konsepnya memang rumah panggung," jelasnya.
Akhyar menyampaikan, dia akan melakukan revisi mengenai pembangunan di Kota Medan. Wilayah pesisir atau pemukiman tepi pantai, harus mengikuti karakteristik dari kearifan lokal, karena itu memang jalan keluar dalam penanggulangan banjir rob.
"Konsep kita harus terpadu. Ke depan, tambak duit kita itu di wisata. Jadi ini yang akan kita manfaatkan," tandasnya.
Fauzi berharap Akhyar ke depan mampu menghidupkannacara-acara yang berkaitan dengan Melayu, karena konteksnya Kota Medan adalah tanah Melayu,
"Kita harapkan Bang Akhyar dan ustaz Salman bisa menciptakan kembalilah suasana Melayu di Kota Medan seperti ornamen mau masuk ke Kota Medan," harapnya.

