| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

MedanBisnisdaily.com-Belawan. Ketua Kamar Dagang dan Industri Sumatra Utara (Kadinsu), Khairul Mahalli meminta agar orang luar Sumut tidak membuat heboh pelaku usaha di Sumut dengan memberi statement yang tidak jelas dan tanpa fakta.
Hal tersebut dikatakannya kepada medanbisnisdaily.com, Minggu (25/10/2020) menanggapi statement Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut (Depalindo), Toto Dirgantoro yang mengatakan eksportir di Sumut menjerit dengan kebijakan Pelindo 1 yang memberlakukan open stack dengan maksimal waktu 1 x 24 jam.
Menurut Khairul, informasi tersebut harus direcehek kebenarannya. Eksporter mana yang dimaksudkannya karena yang mengeluarkan statement itu orang luar Sumut yang suka menghebohkan. “Dia harus memberi data konkret dan fakta yang benar. Eksporter mana yang dirugikan”katanya.
Khairul juga mempertanyakan status Ketua Umum Depalindo tersebut. Beliau bukan penduduk Sumut dan bukan pengusaha Sumut. “Dari mana SKnya sebagai Ketua Umum Depalindo dan siapa anggotanya”kata Khairul
Khairul yang juga Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) itu meminta agar orang luar Sumut jangan mengadu domba penyedia jasa dengan pengguna jasa di Sumut.Seharusnya statement yang disampaikan harus ada pernyataan resmi dari operator pelabuhan di Sumut. “Apalagi institusi yang bersangkutan tidak dikenal dan diakui di Sumut”tutup Khairul.
Sebelumnya Ketua Umum Depalindo, Toto Dirgantoro mengatakan, kebijakan Pelindo 1 yang memberlakukan open stack di Belawan dengan maksimal 1 x 24 jam merugikan eksporter sebab menambah biaya sewa angkutan bila terlambat dari jadwal closing time yang ditentukan , bahkan wajib membeyar denda.
Seharusnya kata Toto, disamakan dengan di pelabuhan lain di Indonesia minimal 5 hari. Saya hanya minta 3 x 24 jam. Toto mengancam jika permohonannya tuidak dikabulkan maka dia akan mengadu ke Menteri BUMN, Erick Tohir dan Presiden Joko Widodo.

