| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Langkat. Akibat kurangnya produksi sayur mayur yang dihasilkan kalangan petani, menjadikan sejumlah sayur mayur seperti terong dan cabai terus naik. Terong batak/tauco, misalnya, dari Rp 2.500 menjadi Rp 5.500/kg di tingkat petani.
"Kalau cabai merah harga jual ke pedagang penampung terus naik, mulai awal Desember 2020 harga terus naik, dari Rp 30.000 menjadi Rp 55.000/kg di tahun baru ini," kata Padli, salah seorang petani cabai di Dusun Paluh Baru, Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Langkat, Sabtu (2/1/2021).
Dihubungi terpisah, Syahmadi dan Sajali, petani terong batak di Dusun Kelantan Desa Pasar Rawa, Gebang, Langkat, menyebutkan, keberuntungan mereka menanam terong karena harga jual tak pernah murah.
"Kalau terong batak, semurah - murahnya ditingkat petani Rp 2.000/kg. Dan ini naik, dari Rp 2.000 dibulan November, kini naik terus sejak Desember lalu hingga kini Rp 5.500/kg," sebut mereka.

