| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Penjara bukan tempat mengubur mimpi melainkan tempat menimba ilmu demi meraih prestasi. Tidak ada kata terlambat asalkan mau belajar bersungguh-sungguh demi masa depan yang masih panjang.
Hal itu ditegaskan Handerman Vitu Gea, perwakilan Forum Pemerhati Pemasyarakatan Sumatera Utara yang menggagas terciptanya sebuah sekolah di lingkungan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1A Medan. Sekolah itu dinamakan Sekolah NKRI dan resmi dilaunching di LPKA Kelas 1A Medan, Rabu (28/4/2021) sore.
"Semua orang berhak mendapatkan pendidikan, maka anak didik (andik) di lapas ini pun berhak melanjutkan cita-citanya dengan sekolah yang kita sediakan ini," jelas Handerman.
Sekolah yang masih darurat itu hanya beratapkan tenda darurat bantuan dari Polri. Namun semangat andik yang ingin mengikuti sekolah ini cukup sumringah.
"Ke depan kita berupayadengan-tenda ini bisa kita gantikan dengan bangunan yang layak dan itu lah menjadi mimpi kita semua sesuai tagline kita yakni memberantas buta aksara, menggapai mimpi bersama," tegasnya lagi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kakanwil Kemenkumham) Sumut diwakili Kadivpas, Anak Agung GDE Krisna juga mengapresiasi gagasan dari forum ini. Apalagi niat itu yang baru dibicarakan pada 26 April lalu namun sudah bisa direalisasikan sekarang.
"Ini luar biasa, di tengah pandemi forum ini bisa membuat sekolah ini, kami mengucapkan terimakasih kepada forum walau belum ada legalitasnya tapi sudah mau berbuat," jelas Krisna.
Krisna juga menilai bahwa andik di lapas ini cukup bersemangat untuk bersekolah. Apalagi ada 32.864 total warga binaan se Sumut yang menghuni di lapas dan rutan se Sumut. Maka pastinya kehadiran Sekolah NKRI ini menurut Krisna cukup baik bagi mereka yang ada di Lapas Anak ini.
"Mereka semua ini tidak pernah mau bercita-cita masuk penjara, artinya mereka ini bukan penjahat tapi anak-anak yang akan dibina dan dididik di sekolah NKRI ini," jelasnya.
Disinggung spesifik pendidikan seperti apa yang diberikan di lapas ini, Krisna menjawab peruntukannya kepada yang tidak biasa yakni anak yang menjalani pidana di lapas.
"Jadi pendidikannya dapat moralnya juga dapat, pendidikan mentalnya dulu maka harapan kami dengan adanya sekolah ini mereka bisa menjadi berguna bagi bangsa, negara dan orangtunya nanti. Apalagi andik ini juga akan mendapat ijazah formal yang disetarakan sehingga nanti bisa digunakan untuk mencari pekerjaan setelah bebas nanti," tandas Krisna seraya berharap sekolah ini bisa menjadi percontohan buat lapas, rutan lainnya di Sumut.
Dalam launching ini turut dihadiri Kepala LPKA Kelas 1A Medan, Batara Hutasoit, Forkopimda Kota Medan, Yayasan Pendidikan Moralitas, Erina Wongso dan tamu undangan lainnya.

