| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Malaysia mengakui Indonesia sebagai salah satu tujuan pasar utama di Asean dan telah lama menjalin hubungan bisnis yang baik. Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Malaysia juga menyadari bahwa Sumatera Utara (Sumut) menjadi pasar yang menjanjikan perdagangan dan investasi bagi perusahaan Malaysia.
"Sumut khususnya Kota Medan adalah ekonomi dan pasaran terbesar dalam Asean dengan kelas menengah (middle class), penduduk muda dan berpendidikan yang tumbuh cepat hingga kondisi ini sesuai sebagai pasaran eksport yang ideal bagi pengusaha Malaysia," ungkap Trade Commisioner Matrade, Malaysia External Trade Development Corporation, Har Man Ahmad didampingi Konsul Jenderal Konsulat Malaysia di Medan, Aiyub bin Omar di sela Virtual Export Acceleration di Hotel Santika Medan, Senin (15/11/2021) siang.
Har Man mengatakan, bahwa melalui kegiatan ini sebagai misi membangkitkan eksport terutama di bidang kesehatan. Terbukti ada 11 perusahaan Malaysia yang akan dikelolakan untuk memasarkan produk-produknya berkolaborasi dengan importir di Medan.
"Ada produk kesehatan, pangan, makanan dan minuman, kimia hingga mesin kesehatan. Jadi kita buat (penjualan) secara bentuk fisik maupun online," bebernya.
Diakuinya, kondisi yang masih dalam pandemi Covid-19 membuat pihaknya harus melakukan promosi dengan cara mencoba situasi dengan kebutuhan teknologi, salah satu caranya dengan hybrid yakni datang bertemu meskipun dalam bentuk yang berskala kecil.
"Kami harapkan produk-produk kami diterima dengan baik khususnya buat konsumen di Medan, bila di daerah lain di Indonesia sudah biasa maka kami berharap hal itu juga terjadi di kota ini," pungkasnya, seraya mengatakan pihaknya tetap mematuhi prokes, tidak kumpul secara beramai-ramai sehingga virus Corona tidak semakin merebak.
Sementara, pihak Kadin Sumut sendiri sangat mendukung kegiatan seperti ini, di mana dengan situasi pandemi namun kedua negara mau sama-sama bergerak dari sisi ekonomi khususnya perdagangan eksport import dengan Malaysia. Apalagi situasi PPKM sudah semakin menurun di Sumut hingga perdagangan dapat keluar masuk seperti semula.
"Jadi dengan adanya teknologi ini maka komunikasi harus tetap dijaga, baik informasi dan peluang ekonomi lainnya. Bagaimana pun kita tetap butuh Malaysia sebagai mitra kerja," tegas Hendra Utama, Direktur Eksekutif Kadin Sumut di sela acara.
Ditanya soal targetnya, Hendra menjawab melalui kegiatan seperti ini akan muncul gagasan baru dalam berbisnis di tengah pandemi seperti sekarang.
"Contohnya seperti expo, bila biasanya offline nah kalau sekarang kan menjadi online dengan virtual expo yang tetap dapat mempromosikan produk-produknya meskipun secara virtual," katanya, seraya berharap peranan kawula muda juga hadir dalam konsep seperti ini.

