| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kota Kediri aktif terlibat dalam pemberantasan penyakit tuberkulosis (TBC) di tengah masyarakat. Hal ini merupakan bentuk dukungan PAFI Kediri terhadap upaya Pemerintah Kota (Pemko) Kediri dalam memberantas penyakit tersebut .
TBC merupakan salah satu penyakit mematikan. Menurut Tuberculosis (TB) Report 2023, estimasi kasus TBC meningkat menjadi 1.060.000 kasus baru per tahun. Sedangkan angka kematian mencapai 134.000 per tahun. Dari estimasi itu tercatat jumlah masyarakat yang positif menderita TBC mencapai 820.789 kasus.
Seperti dilansir dari https://pcpafikotakediri.org, penyakit TBC merupakan salah satu penyakit infeksi paling membunuh di dunia. Penyakit ini memengaruhi sistem pernapasan, terutama paru-paru.
TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis atau bakteri TBC. Bakteri ini masuk ke paru-paru sehingga mengakibatkan sesak napas yang disertai batuk kronis bagi pengidapnya.
Adapun penyebaran bakteri tersebut dilakukan melalui udara. Penyakit ini akan lebih mudah tersebar pada tempat dimana banyak orang berkumpul atau pada wilayah berlokasi padat.
Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau penderita penyakit HIV/AIDS memiliki risiko lebih tinggi tertular oleh penyakit ini.
Gejala yang umumnya muncul ketika seseorang terinfeksi penyakit TBC adalah sesak nafas, batuk yang berlangsung cukup lama, lebih dari 3 minggu, batuk berdarah yang disertai rasa nyeri pada dada, demam, menggigil, mudah merasa lelah, berat badan turun drastis, hilang nafsu makan dan berkeringat malam hari.
Melihat bahaya yang ditimbulkan dari penyakit TBC, PAFI Kediri memandang perlu usaha yang intensif untuk memberantas penyakit ini. Upaya intensif ini dilakukan juga bekerjasama dengan instansi dan pihak terkait, seperti pemerintah daerah setempat, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan dan stakeholder lainnya.
Berbagai upaya dilakukan PAFI Kediri dalam mencegah dan memberantas penyebaran penyakit ini. Di antaranya adalah dengan menerjunkan anggota PAFI Kediri ke tengah masyarakat untuk menyosialisasikan bahaya dari penyakit TBC ini. Upaya sosialisasi ini juga dilengkapi dengan ajakan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan tubuh pentingnya mengkonsumsi makanan sehat yang mengandung nutrisi lengkap seperti 4 sehat 5 sempurna, menutup mulut ketika bersin.
PAFI Kediri juga bekerjasama dengan instansi kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas untuk menangani penyakit ini, terutama dalam hal pemberian obat-obatan yang diperlukan.
PAFI Kediri juga meminta agar penderita TBC yang sedang menjalani pengobatan harus mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter secara rutin dalam jangka waktu tertentu. Kerja sama penderita TBC dalam memastikan mengkonsumsi obat-obatan secara sangat dibutuhkan agar proses penyembuhan dapat berjalan sesuai dengan harapan.
PAFI Kediri juga mengadakan workshop penanganan penyakit TBC bagi tenaga kesehatan. Workshop dilakukan agar kompetensi tenaga kesehatan tetap terjaga dan juga mengenalkan pengetahuan baru tentang penanganan penyakit TBC ini.
Melalui berbagai upaya penanganan serta kerja sama dengan stakeholder, maka penyebaran penyakit TBC itu dapat ditekan hingga ke titik terendah dan tingkat keberhasilan dalam pengobatan penyakit ini dapat tinggi.
Keberhasilan dalam penanganan penyakit ini sangat diperlukan agar mereka yang sembuh dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala dan dapat kembali produktif.
Tentang PAFI
Keberadaan ahli farmasi Indonesia telah ada sejak Proklamasikan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Para ahli farmasi telah berjuang bahu membahu dengan semua golongan masyarakat, untuk melenyapkan penjajahan dari muka bumi Indonesia, serta turut aktif mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemudian ikut serta dalam Pembangunan Masyarakat dan Negara.
Oleh karena itu, ahli farmasi Indonesia merupakan salah satu potensi pembangunan yang tidak pernah absen dalam perjuangan pembangunan begara. Sebagai salah satu potensi pembangunan sesuai fungsinya, ahli farmasi Indonesia disamping tugas keseharian, tetap ikut serta mempertinggi taraf kesejahteraan umum, khususnya dibidang kesehatan masyarakat dan farmasi.
Kemudian pada tanggal 13 Februari 1946, di Yogyakarta dibentuklah suatu organisasi yang dinamakan “Persatuan Ahli Farmasi Indonesia “ sebagai wadah untuk menghimpun semua tenaga yang bakti karyanya di bidang farmasi, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia selanjutnya disingkat “PAFI.
PAFI dan Pengurus Pusat PAFI berkedudukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasaskan Pancasila,. PAFI adalah organisasi profesi yang bersifat kekaryaan dan pengabdian.
Adapun tujuan PAFI adalah :
1. Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945
2. Mewujudkan Derajat Kesehatan yang Optimal bagi Masyarakat Indonesia.
3. Mengembangkan dan meningkatkan Pembangunan Farmasi Indonesia
4. Meningkatkan Kesejahteraan Anggota

