| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

DI ERA digital yang semakin berkembang pesat kebiasaan konsumsi dan gaya hidup masyarakat juga turut berubah. Salah satu kelompok yang paling terpengaruh oleh perubahan ini adalah Generasi Z (Gen Z), yang lahir sekitar 1997 hingga 2012.
Gen Z dikenal sebagai generasi yang sangat dekat dengan teknologi, lebih memilih berinteraksi melalui media sosial, dan sangat mengandalkan berbagai aplikasi digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk urusan makanan.
Salah satu kebiasaan yang mencolok dari Gen Z adalah preferensinya terhadap layanan pesan antar makanan seperti GoFood, yang mempermudah mereka dalam memenuhi kebutuhan makan tanpa harus repot memasak di dapur.
Dalam masyarakat Indonesia, GoFood, layanan pesan antar makanan dari Gojek, telah menjadi salah satu aplikasi paling populer di kalangan Gen Z.
Mereka lebih memilih untuk memesan makanan melalui aplikasi ini daripada memasak di rumah. Fenomena ini bisa dipahami melalui beberapa alasan yang berkaitan dengan gaya hidup, preferensi teknologi, dan perubahan pola konsumsi makanan yang terjadi di kalangan Gen Z.
Perubahan Pola Konsumsi Makanan
Salah satu alasan utama mengapa Gen Z lebih memilih GoFood daripada memasak sendiri adalah perubahan pola konsumsi makanan.
Gen Z cenderung menginginkan kemudahan dan efisiensi dalam berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk soal makan.
Memasak membutuhkan waktu dan usaha, yang bisa mengganggu rutinitas harian mereka yang padat dengan aktivitas belajar, bekerja, atau bersosialisasi.
Di sisi lain, dengan GoFood, mereka dapat menikmati makanan favorit mereka dengan cepat hanya dengan beberapa kali klik di aplikasi.
Selain itu, GoFood menawarkan beragam pilihan makanan yang bervariasi dan mudah dijangkau. Gen Z, yang sering kali merasa bosan dengan menu makanan yang itu-itu saja bisa dengan mudah menemukan pilihan baru setiap hari.
Mulai dari makanan cepat saji, masakan lokal, hingga hidangan internasional, semuanya tersedia dalam aplikasi GoFood, memberikan kenyamanan dan kepuasan tersendiri bagi mereka.
Fenomena ini juga tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lainnya yang memilikilayanan serupa, seperti UberEats atau Deliveroo.
Serba Cepat dan Praktis
Gen Z hidup di dunia yang serba cepat dan praktis. Mereka terbiasa dengan akses instan ke berbagai layanan melalui teknologi.
Aplikasi GoFood, yang dapat diakses hanya melalui smartphone, memudahkan mereka untuk memesan makanan kapan saja dan di mana saja.
Tak hanya itu, mereka juga tidak perlu keluar rumah atau mengantri di restoran untuk mendapatkan makanan yang diinginkan. Ini sangat menguntungkan bagi Gen Z yang memiliki waktu terbatas dan tidak ingin membuang waktu di dapur.
Seiring dengan berkembangnya platform digital, Gen Z semakin mengutamakan kecepatan dan kenyamanan dalam segala hal, termasuk soal makanan.
Menurut survei yang dilakukan oleh McKinsey & Company pada tahun 2020, sekitar 60% dari Gen Z di Asia Tenggara menganggap bahwa mereka lebih memilih solusi yang cepat dan praktis untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk soal makanan.
Layanan pengantaran makanan seperti GoFood menjawab kebutuhan ini dengan menawarkan kenyamanan tanpa harus repot keluar rumah. (Sumber: McKinsey & Company, How Southeast Asian Consumers Are Embracing Digital,2020).
Kemudahan dalam Berbagi Pengalaman Makan di Media Sosial
Gen Z juga dikenal sebagai generasi yang sangat aktif di media sosial. Mereka sering membagikan pengalaman mereka, termasuk saat menikmati makanan, di platform seperti Instagram, TikTok, atau Twitter.
Makanan yang dipesan melalui GoFood sering kali menjadi bagian dari konten yang mereka bagikan kepada teman-teman mereka di media sosial.
GoFood, dengan berbagai pilihan makanannya yang menarik, menawarkan kesempatan bagi Gen Z untuk menikmati makanan sambil memperbarui feed media sosial mereka.
Fenomena ini semakin berkembang dengan adanya tren kuliner yang viral di media sosial. Beberapa jenis makanan atau restoran yang populer sering kali menjadi incaran bagi pengguna GoFood, dan Gen Z tidak ingin ketinggalan dalam mencicipinya.
Keinginan untuk selalu mengikuti trenmakanan juga menjadi salah satu alasan mereka lebih memilih untuk memesan makanan lewat GoFood daripada memasak sendiri.
Faktor Ekonomi dan Praktis
Bagi sebagian besar Gen Z, terutama yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa, memasak di rumah sering kali dianggap sebagai suatu kegiatan yang memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Mereka harus membeli bahan-bahan masakan,yang mungkin tidak selalu digunakan seluruhnya, sehingga membuat pengeluaran mereka menjadi lebih tinggi.
Sementara itu, dengan memesan makanan melalui GoFood, mereka hanya perlu membayar biaya makanan yang mereka inginkan, tanpa perlu memikirkan pembelian bahan-bahan yang kadang berakhir mubazir.
Berdasarkan data dari Statista, pasar pengantaran makanan di Indonesiadiperkirakan akan tumbuh sebesar 19,8% setiap tahunnya pada tahun 2023, dan sebagian besar pengguna layanan ini berasal dari kelompok usia muda, termasuk Gen Z.
Ini menunjukkan bahwa banyak Gen Z yang melihat GoFood sebagai solusi praktis dan ekonomis untuk memenuhi kebutuhan makan mereka tanpa harus repot mengelola stok bahan makanan di rumah. (Sumber: Statista, Food Delivery in Southeast Asia,2023).
BACA JUGA: Generasi Z dan Indonesia Emas 2045
Dampak Negatif dari Kebiasaan Anti Dapur
Namun, meskipun GoFood memberikan kemudahan, ada beberapa dampak negatif yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah ketergantungan pada layanan pesan antar makanan yang dapat mengurangi keterampilan memasak yang seharusnya bisa diajarkan sejak dini.
Selain itu, sering memesan makanan melalui aplikasi dapat memengaruhi pola makan yang sehat, karena pilihan makanan yang tersedia di aplikasi sering kali lebih condong ke makanan cepat saji atau makanan yang tidak selalu bergizi.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, konsumsi makanan cepat saji yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi.
Oleh karena itu, meskipun GoFood menawarkan kemudahan, penting bagi Gen Z untuk tetap bijak dalam memilih jenis makanan yang mereka konsumsi agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mereka. (Sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Penyakit Tidak Menular dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan Masyarakat, 2022).
Generasi Z cenderung memilih kemudahan dalam menjalani kehidupan mereka, termasuk dalam urusan makan. GoFood, sebagai salah satu layanan pengantaran makanan yang paling populer, memenuhi kebutuhan ini dengan menyediakan berbagai pilihan makanan yang praktis dan mudah diakses.
Namun, meskipun layanan ini memberikan kenyamanan dan efisiensi, penting bagi Gen Z untuk tetap menjaga keseimbangan antara kemudahan teknologi dan pola makan yang sehat.
Oleh karena itu, meskipun GoFood merupakan solusi praktis, mereka harus bijak dalam mengelola konsumsi makanan untuk menjaga kesehatan mereka.
Untuk memperbaiki artikel ini, bisa ditambahkan penjelasan tentang dampak ekonomi dari kebiasaan Gen Z yang memilih GoFood, seperti pengaruhnya terhadap perekonomian lokal dan bisnis makanan rumahan.
Selain itu, penting untuk menekankan keseimbangan antara kenyamanan menggunakan layanan pengantaran makanan dan menjaga pola makan yang sehat, dengan memberi saran agar Gen Z lebih bijak memilih menu sehatatau mengombinasikan pemesanan dengan memasak di rumah. Penambahan studi kasus atau kisah nyata juga bisa membuat artikel lebih menarik dan relevan.
====
Penulis Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prodi Manajemen Universitas Katolik Santo Thomas Medan
====
medanbisnisdaily.com menerima tulisan (opini/artikel) terkait isu-isu aktual masalah ekonomi, politik, hukum, budaya dan lainnya. Tulisan hendaknya ORISINAL, merupakan pendapat pribadi/tunggal) penulis, belum pernah dimuat dan TIDAK DIKIRIM ke media lain, disertai dengan lampiran identitas (KTP/SIM), foto penulis (minimal 700 px dalam format JPEG/posisi lanskap), data diri singkat (dicantumkan di akhir tulisan), nama akun FB dan No HP/WA. Panjang tulisan 6.000-7.000 karakter. Tulisan tidak dikirim dalam bentuk lampiran email, namun langsung dimuat di badan email dengan nama subjek: OPINI. Redaksi berhak mengubah judul dan sebagian isi tanpa mengubah makna. Isi artikel sepenuhnya tanggung jawab penulis. Kirimkan tulisan Anda ke: [email protected]

