| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Sejumlah warga Lingkungan 18, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun berencana akan melaporkan Kepala Lingkungan (Kepling) 18 berinisila N kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Selain ke Wali Kota Medan, warga juga akan mendatangi gedung DPRD Medan dengan harapan agar Kepling 18 segera dicopot dari jabatannya.
Hal itu lantaran mereka kesal terhadap ulah Kepling yang dituding membuat gaduh antarwarga karena banyak program bansos dari pemerintah yang tidak tepat sasaran ke warga sekitar.
Bahkan, warga menuding kebanyakan bansos dari pemerintah baik itu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT) justru lebih dinikmati oleh orang terdekat Kepling tersebut.
Keluhan warga lingkungan 18 ini disampaikan melalui Kuasa Hukum mereka, Siti Junaida SH MKn kepada medanbisnisdaily.com, Sabtu (19/4/2025).
"Warga lingkungan 18 udah gerah dengan kinerja Kepling. Warga yang seharusnya mendapat bansos dari pemerintah malahan tidak dapat. Anehnya, ada warga yang ekonominya layak dengan memiliki bengkel dan rumah kontrakan justru bisa mendapat bansos," katanya.
Selain itu, lanjutnya banyak lagi kinerja Kepling 18 yang terkesan pilih kasih pada saat dalam mengajukan data warga miskin untuk masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Warga bilang Kepling 18 ini terkesan lebih mementingkan orang dekatnya yang diajukan untuk masuk ke DTKS penerima manfaat bansos yang diberikan oleh pemerintah. Sehingga, warga yang semestinya berhak mendapatkan bansos malah tak masuk," jelasnya.
Bantuan Banjir
Masih katanya, sikap pilih kasih kepling 18 ini juga ditunjukkan pada saat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir.
Misalnya pada 10 Januari 2025 lalu saat kawasan pemukiman yang berada di sekitar bantaran sungai deli itu terendam banjir.
Saat itu, sambungnya banyak bantuan yang diberikan oleh masyarakat luar untuk membantu para korban banjir.
"Memang kawasan lingkungan 18 yang terletak di Gang Pelita 2 Kampung Baru kerap jadi langganan banjir karena berada di kawasan bantar Sungai Deli. Saat itu kata warga banyak sekali bantuan datang untuk membantu mereka. Cuma itulah bantuan itu disalurkan tapi berdasarkan suka dan tak suka yang dilakukan oleh kepling dan kroninya," sebutnya.
Atas keluhan warga itu, Junaida bilang bahwa beberapa kali telah membuat laporan kepada Lurah Kampung Baru.
Teranyar, pada Kamis (17/4/2025) lalu dengan kembali mendatangi kantor Lurah berharap agar Kepling 18 dicopot.
Sayangnya, justru Lurah Kampung Baru terkesan abai atas keluhan warga lingkungan 18.
"Sudah beberapa kali laporan yang berisikan meminta pencopotan terhadap Kepling 18. Namun, Lurah justru terkesan abai dengan menyampaikan dalil-dalil tak masuk akal seperti kesan ogah menindaklanjuti laporan warga," kesalnya.
Karena itulah, dirinya pekan depan akan melaporkan Lurah Kampung Baru dan Kepling 18 ke Wali Kota Medan serta DPRD Medan.
"Pekan depan akan kami surati Wali Kota Medan bapak Rico Waas dan Ketua DPRD Medan melalui Komisi I. Isinya sama adalah meminta agar Kepling 18 Ningsih dicopot," pungkasnya.

