| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Research Integrity Risk Index yang dikembangkan Profesor Lokman Meho dari Universitas Amerika di Beirut merilis daftar peringkat 1.500 universitas dunia dengan tingkat risiko institusional dalam integritas penelitian. Hasilnya ada 13 universitas dari Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut, salah satunya Universitas Sumatera Utara (USU).
Merespon rilis Research Integrity Risk Index itu, USU menghargai setiap upaya yang bertujuan untuk meningkatkan integritas dalam dunia akademik.
Kepala Humas USU, Amalia Meutia, mengatakan, USU memandang setiap masukan penting untuk melakukan evaluasi dan perbaikan yang lebih sistemik di bidang tata kelola penelitian.
Dikatakan Amalia, selama ini USU telah memiliki perangkat dan kebijakan yang bertujuan menjaga integritas para peneliti, mulai dari regulasi etik penelitian, pelatihan penulisan ilmiah, hingga penggunaan sistem deteksi plagiarisme.
"Kami menyadari bahwa luaran penelitian seharusnya menjadi pendorong reputasi institusi, namun bila tidak disertai integritas yang kuat, justru dapat menimbulkan dampak sebaliknya," kata Amalia Senin (28/7/2025)
Oleh karena itu, USU berkomitmen untuk menjadikan hasil evaluasi ini sebagai indikator penting untuk perbaikan berkelanjutan, guna memastikan bahwa seluruh proses riset di lingkungan kampus berjalan secara bertanggung jawab dan berintegritas tinggi.
BACA JUGA: USU Buka Penjaringan Calon Komite Audit Periode 2025–2030, Berikut Tahapannya
American University of Beirut mempublikasikan Research Integrity Risk Index (RI²) atau dikenal sebagai Indeks Risiko Integritas Penelitian.
RI² dikembangkan oleh Profesor Lokman Meho di American University of Beirut. Indeks ini adalah metrik komposit pertama di dunia yang dibuat untuk mengidentifikasikan profil risiko suatu institusi terhadap integritas penelitian.
Sebagaimana dikutip dari kompas.com. temuan ini berpotensi menimbulkan kekhawatiran publik terkait kredibilitas dan integritas penelitian di lingkungan perguruan tinggi nasional.
Penilaiannya menggunakan 2 indikator atau risiko, yaitu R Rate dan D Rate. R Rate merupakan jumlah artikel yang ditarik per 1.000 publikasi karena terbukti melanggar metodologi, etika atau kepenulisan.
Sedangkan, D Rate mengarah pada persentase publikasi yang dihapus dari Scopus atau Web of Science karena standar kualitas yang tidak terpenuhi.
Kemudian, perhitungan indikator diklasifikasikan menjadi lima kategori warna yang menunjukkan hasil Indeks Risiko Integritas Penelitian.
Berikut adalah tingkatannya dari yang paling buruk hingga baik:
Peringkat perguruan tinggi Indonesia Indeks ini ramai diperbincangkan di media sosial karena menyoroti potensi celah akademik di berbagai perguruan tinggi. Total terdapat 13 perguruan tinggi Indonesia yang tercatat dalam indeks dengan kategori warna merah, oranye, dan kuning.
Lima di antaranya masuk zona merah (risiko tinggi), tiga di zona oranye (risiko sedang tinggi), dan lima lainnya di zona kuning (risiko sedang).
Ke-13 perguruan tinggi itu, yakni

