| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Medan. Seluruh tahapan revalidasi Geopark Kaldera Toba, telah berlangsung 21-25 Juli 2025. Tim Asesor UNESCO turun langsung melakukan revalidasi.
Usai revalidasi, beredar kabar bahwa Geopark Kaldera Toba kembali berstatus green card (kartu hijau) dari saat ini kartu kuning (yellow card). Kabar ini menjadi perbincangan hangat di sejumlah pihak terkait.
Sejauh ini, kabar tersebut belum pasti terkonfirmasi. Lalu dari mana kabar itu beredar?. Wartawan menghimpun sejumlah informasi.
Status green card Geopark Kaldera Toba, berhembus dalam pertemuan antara Sekdaprov Sumut Togap Simangunsong pada rapat bersama Komisi VII DPR RI, di Kaldera Toba, Kabupaten Toba, Sabtu (26/7/2025).
Saat itu, legislator mempertanyakan persiapan yang telah dilakukan agar Geopark Kaldera Toba kembali menerima status green card.
Namun oleh Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BPTCUGGp), menyebutkan sejauh ini belum ada informasi terbaru dari UNESCO terkait status Geopark Kaldera Toba.
"Sejauh ini belum ada, belum," ujar General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BPTCUGGp), Azizul Kholis, menjawab konfirmasi wartawan, Rabu (31/7/2025).
Menurut Azizul Kholis, usai proses revalidasi dilakukan tim asesor UNESCO, pada 21 hingga 25 Juli 2025, masih ada tahapan yang akan dilakukan selanjutnya oleh UNESCO hingga pengumuman.
"Belum ada pengumuman resmi, yang ada menurut Asesor saat closing meeting, semua rekomendasi sudah terpenuhi," jelas Azizul Kholis lagi.
Ia mengungkapkan pihak UNESCO akan menggelar sidang council dalam konferensi internasional, di Chili pada 5 hingga 8 September 2025. Lalu, akan diputuskan dan diumumkan status Kaldera Toba nantinya. "Dan keputusan ada di sidang council. Namun kita optimis hasil lapangan sejalan dengan sidang council," jelas Azizul Kholis.
Azizul Kholis mengungkapkan perjuangan meraih green card ini, melibatkan seluruh stakeholder dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, hingga 7 Pemerintah Kabupaten se-kawasan Danau Toba dan pihak lainnya.
Semua itu, memiliki semangat dan tujuan satu membawa Danau Toba kembali kartu hijau dari UNESCO. "Pak Sekda Provsu tidak salah dan saya tidak membantah optimisme beliau (untuk green card diraih Danau Toba)," ujarnya.
Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BPTCUGGp), bersama pemerintah dan stakeholder terkait, sudah bekerja maksimal dalam memenuhi empat rekomendasi dari UNESCO untuk Kaldera Toba ini.
Begitu juga Tim Asesor UNESCO dalam closing meeting, bahwa keempat rekomendasi tersebut sudah dipenuhi dan tinggal menunggu hasil pengumuman nantinya.
Sebagai informasi, empat rekomendasi perbaikan yang disampaikan UNESCO, yakni pertama, badan pengelola harus meningkatkan kegiatan edukasi berbasis riset. Kedua, harus segera dilakukan revitalisasi dan optimalisasi badan pengelola.
Rekomendasi ketiga, harus dilaksanakan pembelajaran manajemen agar badan pengelola bisa memahami dan melaksanakan prinsip UNESCO GLOBAL Geopark (UGGp). Keempat, harus ada perbaikan visibilitas, yakni dengan pembangunan gerbang, monumen, dan panel interpretasi.

