| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Medan. Geopark Kaldera Toba yang berada di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, Indonesia, harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal.
Hal tersebut disampaikan General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis, menyusul telah kembalinya status Geopark Kaldera Toba dari sebelumnya yellow card (kuning) menjadi green card (hijau).
“Kami berharap, capaian ini dapat menjadi batu loncatan atau momentum untuk melakukan kolaborasi pengelolaan Kaldera Toba ke arah yang lebih baik lagi, dan bisa lebih nyata memberikan manfaat bagi masyarakat lokal,” kata Azizul.
Sebelumnya Azizul Kholis menyampaikan Geopark Kaldera Toba kembali berstatus hijau dalam keanggotaannya di jaringan UNESCO Global Geopark (UGGp).
Kepastian kembalinya status green card dari sebelumnya yellow card (kartu kuning) itu, terungkap dalam ketetapan Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network di Kutralkura, wilayah La Araucania, Chile, Sabtu (6/9/2025).
Saat berstatus kuning, UNESCO menyampaikan sejumlah rekomendasi, yang kemudian memberi peringatan keras keanggotaan Kaldera Toba dari jaringan keanggotaan UNESCO Global Geopark akan dicabut jika rekomendasi tidak efektif dilakukan.
Namun akhirnya rekomendasi UNESCO, di antaranya warisan geologi dan interpretasinya, warisan lainnya seperti identifikasi warisan alam dan budaya hingga warisan tak benda, visibilitas dan kemitraan, hingga jejaring dan pelatihan, dilakukan dengan baik oleh Badan Pengelola Toba Caldera UGGp bersama Pemprov Sumut, Pemkab di 7 kawasan Danau Toba dan stakeholder lainnya.
Sebagai informasi, status kartu hijau atau Green Card adalah penilaian tertinggi dalam keanggotaan GGN. Dengan begitu, Geopark Kaldera Toba berhak menyandang status UGGp hingga masa empat tahun ke depan.
Kartu ini juga menjadi indikator standar pengelolaan yang terpenuhi sesuai protokol UGGp. Setiap anggota UGGp akan di-revalidasi setiap empat tahun untuk mengevaluasi pengelolaannya.
Namun Azizul Kholis secara khusus berterima kasih kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, yang menurutnya telah mendorong semua pihak dan berupaya keras meraih kembali status hijau tersebut.
Pihaknya juga mengapresiasi keterlibatan semua pihak, mulai dari OPD Pemprov Sumut, pemerintah kabupaten/kota sekawasan Danau Toba, hingga pemerintah pusat yang telah mendukung upaya menjalankan rekomendasi UNESCO. Tanpa dukungan semua pihak, mustahil status tersebut kembali didapat.
Sidang Global Geopark Network (GGN) dan Konferensi Internasional GGN berlangsung selama 5-12 September 2025 di Kutralküra, salah satu UGGp di Chile. Selama konferensi tersebut, delegasi resmi dari berbagai negara berkumpul.
Selain Danau Toba, Indonesia juga berhasil mempertahankan dua geopark lainnya, Ciletuh - Pelabuhan Ratu dan Rinjani. Keputusan tersebut dibacakan oleh Setsuya Nakada yang ditunjuk sebagai pimpinan sidang

