| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Badan Pengelola Geopark di Indonesia perlu dibakukan dalam satu pola yang sama. Sehingga ada satu standar yang berlaku. Selain itu, masalah-masalah terkait nomenklatur nantinya tidak menjadi kendala.
Hal itu dikatakan General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Azizul Kholis dalam diskusi "Geopark for Journalist" yang berlangsung di Boos Coffee, di Medan, Sabtu (25/20/2025)
"Di Indonesia ini Badan Pengelola Geopark memang masih belum seragam. Masih nano-nano. Ada yang di bawah pemerintah provinsi, ada yang di bawah kabupaten dan ada pula yang langsung oleh masyarakatnya (geosite). Jadi memang perlu ada keseragaman," kata Azizul.
Dikatakan Azizul, Geopark Kaldera Toba, dengan cakupan kerja, yakni 7 kabupaten/kota ditambah Pakpak Bharat, sebagai kawasan penyanggah, adalah yang paling luas di Indonesia.
Kalau di tempat lain, sebut Azizul, geoparknya ada yang hanya 1 kecamatan atau satu wilayah (site) tertentu.
Di Geopark Kaldera Toba, jelas Azizul, pengelolaan geosite sebagian dilakukan oleh masyarakatnya langsung.
Hal itu tidak menjadi masalah, karena heopark ini memang modelnya bottom up.
Tetapi secara struktural pemerintahan karena terkait nomenklatur, perlu ada satu pemodelan yang seragam.
Kemudian dlihat dari sisi personel.dan statusnya, di Badan Pengelola Geopark di berbagai negara, diisi oleh para profesional dan sifat lembaganya independen.
Ditanya pemodelan apa yang cocok untuk Kaldera Toba, Azizul mengaku, idealnya adalah independen yang orang-orangnya adalah para profesional.
Apakah itu geologist, pelaku wisata, seniman, ilmuan dan sebagainya. Dengan begitu, badan pengelola gopark dapat bekerja dengan batasan yang jelas dan terukur.
Manager Divisi Kerjasama, Promosi, dan Publikasi Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Tikwan Raya Siregar, menambahkan, di Geopark Kaldera Toba pengelolaan geosite banyak yang dilakukan oleh masyarakatnya langsung.
Hal itu kelebihan tersendiri, mengingat prinsip geopark, kata Tikwan, memang pelibatan masyarakat setempat.
Disinggung soal kinerja, sejauh ini, Badan Pengelola Geopark Kaldera Toba berkoordinasi dengan masyarakat yang ada di sekitar geosite.
Pihaknya berdialog dan mengedukasi masyarakat tentang tujuan geopark yang tak lain adalah untuk masyarakat itu sendiri.
"Kami juga berkoordinasi dan bertukar pikiran dengan stakeholder, khususnya pemerintah untuk mengkampanyekan seluas-luasnya apa itu Geopark, bagaimana prinsipnya dan apa tujuannya. Kami juga mendorong agar apa-apa yang kurang dapat dibenahi," kata Tikwan

