| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Pemerhati lingkungan hidup, pariwisata, hukum, Mangaliat Simarmata, menyampaikan seruan penting kepada para bupati, dan DPRD di wilayah Kawasan Danau Toba (KDT) agar segera menyusun perencanaan pembangunan tahun 2026 yang terarah dan terukur untuk memulihkan kembali ekosistem kawasan yang semakin memprihatinkan.
Seruan putra KDT ini disampaikan menyusul rangkaian bencana banjir dan longsor yang terjadi di berbagai daerah di Sumatera, termasuk di sejumlah titik dalam kawasan KDT sendiri.
Menurut pria yang aktif mengadvokasi kelestarian kawasan Danau Toba dan sekitarnya ini, bencana tersebut telah menimbulkan korban jiwa, merusak rumah penduduk, menghancurkan fasilitas umum, merendam lahan pertanian, hingga mengganggu sektor pariwisata.
Menurutnya, rentetan bencana yang terjadi bukan semata-mata akibat cuaca ekstrem, melainkan lebih disebabkan oleh kerusakan hutan, perambahan kawasan penyangga, serta kebijakan pembangunan yang tidak mempertimbangkan keseimbangan ekosistem. Ia mencontohkan kondisi Danau Singkarak di Sumatera Barat yang kini dipenuhi lumpur, kayu-kayu, dan material longsor yang membuat permukiman serta lahan pertanian di sekitarnya rusak parah.
Ia menegaskan bahwa KDT merupakan kawasan yang sangat rentan terhadap banjir bandang dan longsor, terlebih hutan penyangga di banyak lokasi telah rusak.
Dengan banyaknya permukiman masyarakat yang berada di lereng dan kaki bukit, serta luasnya persawahan dan perladangan, ancaman bencana akan selalu menghantui bila tidak ada langkah serius.
Untuk itu, ia berharap agar pemerintah daerah dan DPRD di KDT segera mengambil tindakan strategis dalam penyusunan rencana pembangunan 2026, terutama dengan fokus pada pemulihan ekosistem, penguatan mitigasi bencana, serta pembangunan yang berkelanjutan.
“Kinilah saatnya kita hobas, sigap, dan tegas mengantisipasi ancaman ini. Jika tidak, tragedi banjir dan longsor akan terus terulang,” ujar Mangaliat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/12/2025).
Ia menutup seruannya dengan ajakan untuk terus bersahabat dengan alam dan memuliakan bumi.

