| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Dairi. Tepat satu tahun kepemimpinan Bupati Dairi, Vickner Sinaga, bersama Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala, menjadi titik refleksi bagi berbagai kalangan. Momentum ini dinilai penting untuk mengukur sejauh mana arah pembangunan berjalan dan seberapa besar dampaknya dirasakan masyarakat.
Aktivis mahasiswa Dairi, Arifatullah Manik, menilai memimpin Kabupaten Dairi bukanlah tugas ringan. Berbagai persoalan struktural dan keterbatasan fiskal menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi pemerintahan saat ini.
“Memimpin Dairi tentu bukan perkara mudah. Namun, di situlah tanggung jawab besar seorang kepala daerah diuji. Masih banyak persoalan yang harus dibenahi, terutama di sektor kesehatan, pendidikan, dan peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Di sektor kesehatan, mahasiswa menyoroti perlunya peningkatan kualitas layanan, pemerataan tenaga medis, serta pembenahan fasilitas kesehatan, khususnya di wilayah pedesaan. Akses layanan yang cepat dan layak dinilai masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Sementara itu, di bidang pendidikan, peningkatan mutu sekolah, kesejahteraan tenaga pendidik, serta kelengkapan sarana dan prasarana harus menjadi prioritas. Pendidikan, menurut Arifatullah, tidak boleh sekadar berjalan rutin, melainkan harus menjadi investasi jangka panjang demi masa depan generasi Dairi yang lebih kompetitif.
Dalam aspek Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemerintah daerah juga didorong untuk lebih inovatif dan progresif dalam menggali potensi ekonomi lokal. Optimalisasi sektor pertanian, penguatan UMKM, serta pengelolaan aset daerah secara transparan dan akuntabel dinilai menjadi kunci untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat.
Arifatullah menegaskan, satu tahun pertama seharusnya menjadi fondasi perencanaan yang matang. Tahun berikutnya harus menjadi fase percepatan dan pembuktian konkret atas komitmen yang telah disampaikan kepada publik.
“Kami sebagai mahasiswa akan terus mengawal jalannya pemerintahan dan memberikan kritik yang konstruktif. Kepemimpinan diuji bukan saat kondisi nyaman, tetapi saat mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat,” tegasnya.
Mahasiswa Dairi berharap kepemimpinan Vickner–Wahyu mampu menghadirkan kebijakan yang terukur, transparan, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat, sehingga perubahan nyata dapat dirasakan di seluruh pelosok Kabupaten Dairi.

