| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Samosir. Terjadi ketegangan antara wartawan dan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Samosir, bahkan nyaris berujung bentrok saat peliputan pemanggilan keluarga Intan Sipangakar, pedagang kecil yang berjualan di Pasir Putih Parbaba, Kecamatan Pangururan.
Adu argumen terjadi langsung dengan Kabid Penegakan Satpol PP Samosir, Trianto Hutabalian dengan Ketua Warkop Jurnalis, Hotdon Naibaho.
Peristiwa bermula ketika sejumlah wartawan mendapat informasi adanya pemanggilan terhadap keluarga Intan Sipangakar oleh Satpol PP Samosir, Selasa (28/4/2026) di Kantor Satpol PP, Rianiate.
Mengingat kasus ini menjadi perhatian publik, para jurnalis mendatangi kantor Satpol PP untuk melakukan peliputan dan konfirmasi.
Setibanya di lokasi, wartawan berupaya masuk ke area kantor guna mengambil gambar serta meminta keterangan resmi.
Namun, akses mereka langsung dibatasi oleh Kabid Penegakan, Trianto Hutabalian. Aparat menyebut kegiatan tersebut bersifat internal.
Situasi mulai memanas ketika beberapa wartawan, termasuk Hotdon Naibaho, mencoba mendekat untuk mendapatkan informasi lebih jelas.
Saat itulah Kabid Penegakan Satpol PP, Trianto Hutabalian, turun langsung dan meminta wartawan untuk tidak melanjutkan peliputan di area tersebut.
Adu argumen pun tak terhindarkan. Hotdon Naibaho menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penghalangan kerja jurnalistik yang dilindungi undang-undang.
Sementara Trianto Hutabalian bersikukuh bahwa pembatasan dilakukan demi menjaga ketertiban dan kelancaran proses pemanggilan. Meski tidak sampai terjadi kontak fisik, situasi sempat memanas dan nyaris berujung bentrokan terbuka.
Kepada medanbisnisdaily.com Hotdon Naibaho mengatakan, awalnya dia meminta agar pemeriksaan keluarga Intan Sipangakar terbuka dan bisa diliput media.
"Saya meminta agar ada minimal dua orang masuk untuk meliput jalannya pemeriksaan keluarga Intan," ujarnya.
Namun kata dia, Trianto Hutabalian bersikukuh mengatakan bahwa pemeriksaan merupakan internal dan privasi.
Peristiwa ini kembali memunculkan sorotan terkait kebebasan pers di daerah. Kalangan jurnalis berharap aparat dapat lebih memahami tugas dan fungsi pers.
Kemudian, tidak melakukan pembatasan berlebihan terhadap peliputan yang menyangkut kepentingan publik.
Seusai kejadian, Trianto Hutabalian mengatakan sebenarnya tidak ada masalah dengan wartawan, hanya ada perbedaan pendapat kecil.
Pantauan medanbisnisdaily.com, pemeriksaan keluarga Intan Sipangakar dihadiri ibu kandungnya Hotmida Rumahorbo dan kerabatnya Dorman Sipangkar.
Pemeriksaan berlangsung sampai pukul 14.00 WIB, hingga orang tua Intan Sipangakar yang sudah tua terlihat duduk lemah di pintu masuk Kantor Satpol PP Samosir.
Sebelumnya, keluarga Intan Sipangkar menghadapi kebijakan Pemkab Samosir yang melarang mereka berjualan di dekat dermaga Parbaba yang sampai kini tidak berfungsi.
Keluarga yang menggantungkan hidup dari berjualan di dekat dermaga Parbaba, terus berkonflik dengan Pemkab Samosir, karena selalu diancam akan dibongkar bangunan tempat mereka berjualan.

