| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Medan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) resmi mengukuhkan Kepala Kantor Perwakilan LPS I Medan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (4/5/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari strategi LPS untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan dan memperluas edukasi di daerah terkait penjaminan simpanan.
Acara pengukuhan tersebut dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), pemerintah daerah, hingga pimpinan industri perbankan di Sumatra Utara (Sumut).
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, mengatakan, kehadiran kantor perwakilan daerah sangat krusial untuk mempercepat penyampaian informasi dan memperkuat koordinasi.
"Kantor perwakilan menjadi ujung tombak kami untuk memperkuat komunikasi, edukasi, dan kolaborasi di daerah. Tujuannya adalah memastikan kepercayaan publik terhadap sektor perbankan tetap terjaga," katanya.
Farid menambahkan, berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), mandat LPS kini semakin luas. Tidak hanya menjamin simpanan nasabah bank, LPS juga bertugas melindungi dana masyarakat di sektor asuransi.
"Dan kami tidak lagi sekadar 'menunggu bola'. LPS hadir lebih awal dan lebih dekat untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan secara menyeluruh," imbuhnya.
Berdasarkan data terbaru, LPS secara nasional telah melindungi 677 juta rekening perbankan atau sekitar 99,9% dari total rekening yang ada. Khusus di wilayah Sumut, jumlah rekening yang terlindungi mencapai 28,78 juta. Saat ini terdapat 51 bank peserta penjaminan di Sumut yang terdiri dari bank umum, BPR, dan BPRS.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menyambut baik penguatan peran LPS di wilayahnya. Namun, ia menekankan agar LPS lebih proaktif dalam mensosialisasikan program-programnya agar masyarakat lebih familiar dengan fungsi lembaga ini.
"LPS jangan sampai hanya dikenal masyarakat saat ada persoalan di sektor perbankan saja. Justru harus lebih aktif memperkenalkan diri melalui berbagai program kegiatan di Sumatera Utara," katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antarlembaga tanpa adanya ego sektoral demi menjaga stabilitas ekonomi daerah.
"Menjaga kestabilan tidak bisa dilakukan satu lembaga saja, harus menyeluruh. Mari kita bekerja bersama demi menjaga kepercayaan masyarakat," kata Bobby.

