| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Samosir. Keluarga besar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Samosir memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban kebakaran di Desa Dosroha, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kebakaran.
Penyerahan bantuan dilakukan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Samosir, Jonson Gultom, didampingi Ketua PGRI Kabupaten Samosir, Rianto Naibaho, bersama jajaran dinas dan pengurus PGRI kepada keluarga korban di lokasi kebakaran, Kamis (7/5/2026).
Jonson Gultom kepada keluarga korban menyampaikan, keluarga besar Disdikpora Samosir merasakan satu penderitaan dengan warga yang mengalami bencana.
"Kami berdoa kepada Yang Maha Kuasa, agar diberikan kekuatan kepada semua keluarga korban," sebutnya.
Disampaikan juga, kepada keluarga korban yang masih sekolah agar tetap semangat melanjutkan pendidikan. "Semoga kejadian ini menjadi motivasi dalam meraih cita-cita," ujar Jonson.
Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Samosir, Rianto Naibaho, mengatakan para guru di Kabupaten Samosir turut merasakan kesedihan yang dialami korban kebakaran.
"Kami berharap korban diberi kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan ini, serta proses pemulihan dapat segera berjalan," katanya.
Keluarga besar Disdikpora Kabupaten Samosir menyampaikan total bantuan Rp. 42 juta rupiah, sebagai bentuk kepedulian terhadap korban kebakaran.
Korban kebakaran diwakili, Lince Sinaga mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari keluarga besar Disdikpora dan PGRI Kabupaten Samosir.
Mereka berharap doa dan dukungan dari keluarga besar Disdikpora Samosir menjadi penguatan dalam menghadapi musibah kebakaran yang terjadi.
Diketahui, kebakaran terjadi di Huta Lumban Rango, Dusun III, Desa Dosroha, Kecamatan Simanindo, pada Kamis (30/4/2026) lalu sekita pukul 13.53 WIB.
Api pertama kali diduga muncul dari salah satu rumah adat Batak milik warga dan dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan terbuat dari material kayu.
Saat kejadian, sebagian pemilik rumah sedang berada di ladang, sementara anak-anak masih berada di sekolah.
Warga yang melihat kobaran api langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menunggu mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Namun, karena kondisi bangunan rumah yang berdempetan dan mudah terbakar, api dengan cepat merembet dan menghanguskan tiga unit rumah adat Batak milik Karmidin Manik, Lince br Sinaga dan Veran Manihuruk.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun seluruh harta benda korban, termasuk dokumen penting, pakaian dan perabot rumah tangga ikut hangus terbakar. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai miliaran rupiah.

