| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Tapsel. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan terus memperkuat sinergi pendidikan dengan sekolah menengah melalui kegiatan edukatif di daerah.
Dekan FTIK UIN Syahada, Dr Hamka bersama jajaran melakukan kunjungan ke SMAN 1 Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara, Jumat (8/5/2026). Kehadiran rombongan disambut langsung kepala sekolah beserta tenaga pendidik.
Dalam kunjungan tersebut, Dr Hamka menjadi narasumber utama pada kegiatan In House Training (IHT) bertema “Sinergi Orangtua, Sekolah, dan Teknologi Pembelajaran dalam Mewujudkan Siswa Berprestasi dan Berkarakter.”
Kegiatan itu menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Melalui Surat Tugas Rektor Nomor 878/Un.28/A/B/KP.01.2/05/2026, FTIK menegaskan komitmennya sebagai institusi pengembangan pendidikan yang aktif mendampingi sekolah menghadapi tantangan pembelajaran modern.
Dalam pemaparannya, Dr Hamka menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah. Menurutnya, diperlukan kerja sama kuat antara orangtua, sekolah, dan pemanfaatan teknologi yang tepat agar peserta didik mampu berkembang secara akademik maupun karakter.
“Orangtua memiliki peran utama dalam pembentukan karakter, sekolah menjadi fasilitator pembelajaran, sementara teknologi harus dimanfaatkan secara bijak sebagai penunjang pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pembelajaran modern melalui pendekatan deep learning yang menempatkan guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, motivator, dan inovator dalam proses pendidikan.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan pengawasan dan komunikasi yang baik antara keluarga dan sekolah agar peserta didik tidak kehilangan arah dalam proses belajar.
Selain membahas pola pembelajaran, Dr Hamka turut memperkenalkan budaya keterbukaan dan partisipasi yang diterapkan di lingkungan FTIK melalui layanan ASPIRASI (Aduan dan Saran Partisipasi Mahasiswa FTIK). Program tersebut menjadi wadah komunikasi dua arah antara pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Langkah itu dinilai sejalan dengan semangat kolaborasi dalam dunia pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang terbuka, partisipatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan di SMAN 1 Angkola Timur juga menjadi bagian dari upaya FTIK UIN Syahada membangun kedekatan dengan masyarakat dan sekolah-sekolah di daerah. Kehadiran akademisi di tengah dunia pendidikan menengah dinilai mampu menghadirkan solusi berbasis riset dan pengalaman akademik yang relevan dengan kebutuhan lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, FTIK UIN Syahada berharap tercipta sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi muda yang berprestasi, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

