| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Padangsidimpuan. Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan secara resmi melepas dan menyerahkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Lapangan (KKL) kepada masyarakat di sejumlah desa di Kabupaten Mandailing Natal dan Kecamatan Batang Angkola, Sumatra Utara.
Penyerahan mahasiswa KKL dilakukan di dua lokasi berbeda oleh pimpinan fakultas yang sekaligus bertindak sebagai dosen pembimbing lapangan.
Di Kecamatan Siabu, Madina, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FTIK, Dr. Muhlison, M.Ag, menyerahkan mahasiswa kepada perangkat desa dan tokoh masyarakat di Desa Sihepeng Sada dan Desa Sihepeng Dua. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater selama menjalankan program pengabdian di tengah masyarakat.
“Mahasiswa harus senantiasa menjaga nama baik kampus, berperilaku santun, menjunjung tinggi etika dan kesopanan, serta mampu berbaur dengan masyarakat. Jadikan kegiatan ini sebagai sarana belajar sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan desa,” ujar Muhlison, Selasa (23/6/2026).
Ia juga berharap pemerintah desa dan masyarakat dapat membimbing serta mengawasi mahasiswa selama menjalankan program KKL.
“Kami menitipkan mahasiswa kepada bapak dan ibu sekalian. Mohon dibimbing, diawasi, dan dijaga sebagaimana keluarga sendiri selama mereka melaksanakan tugas di sini,” katanya.
Sementara itu, di Desa Pasar Lamo, Kecamatan Batang Angkola, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) FTIK, Dr Suparni MSi, menyerahkan mahasiswa KKL kepada masyarakat setempat. Ia menyebut program tersebut menjadi langkah awal mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Suparni meminta mahasiswa menjaga etika dan menjalin hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat.
“Jagalah nama baik UIN Syahada dengan berperilaku sopan dan menjunjung tinggi etika. Pandai-pandailah bersosialisasi dengan seluruh lapisan masyarakat serta berikan warna positif bagi kegiatan Naposo Nauli Bulung selama berada di desa ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan kepada pemerintah desa dan masyarakat agar turut membimbing mahasiswa selama masa pengabdian.
“Kami menitipkan putra-putri kami. Mohon bimbing dan jaga mereka sebagaimana menjaga anak sendiri selama melaksanakan tugas di sini,” tambahnya.
Secara terpisah, Dekan FTIK, Dr Hamka MHum, melalui pesan yang disampaikan kepada Humas, mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjalankan program KKL dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.
“Kami berharap mahasiswa dapat melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan KKL dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jadilah duta kampus yang membawa nilai-nilai keilmuan serta akhlak yang baik di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Program KKL FTIK UIN Syahada dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori pendidikan, sosial, dan keagamaan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kehidupan nyata. Selain memperkuat kompetensi mahasiswa, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Selama pelaksanaan program, mahasiswa akan menjalankan berbagai kegiatan yang telah disusun bersama pemerintah desa, mulai dari pendampingan pendidikan, pembinaan keagamaan, hingga pengembangan potensi lingkungan dan masyarakat desa.

