| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Lubukpakam. Peternak burung punyuh di Desa Karanganyar, Kecamatan Beringin, Deli serdang,Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengeluhkan harga jual telur burung puyuh yang terus anjlok.
Jika dua pekan lalu harga telur Rp 130.000 per kotak (isi 500 butir), kini harganya hanya Rp 105.000. Akibatnya, peternak mengalami kerugian antara Rp 100.000 hingga Rp 125.000 per hari untuk memenuhi pembelian pakan dan biaya lainnya.
"Dua minggu aja seperti ini kami sudah banyak mengalami kerugian,gimana pula jika hal ini berkepanjangan. Kami berharap harganya bisa stabil seperti semula diharga Rp 125.000 per kotak," kata Sugeng, salah seorang peternak kepada medanbisnisdaily.com, Senin (23/7/2018).
Dijelaskan Sugeng, yang juga Kades Karang Anyar ini, dari 17 peternaknya yang tergabung dalam Quiel, dapat menghasilkan sekitar 40 kotak per hari. Sedangkan dari ternak miliknya dapat menghasilkan 8 kotak per hari dengan jumlah ternak sebanyak 6.000 ekor.
Dia juga mengeluhkan harga pakan yang naik dari Rp 270.000 menjadi Rp 280.000 per 50 kilogram. Sehingga, ia harus menutupi biaya pakan sebesar Rp 125.000 per hari.
Sugeng yang memulai beternak burung puyuh sejak tahun 2012 ini tak mengetahuai apa penyebab harga telur puyuh terus anjlok. Karenannya, ia juga meminta kepada instansi terkait agar turun tangan menstabilkan harga.
Keluhan yang sama juga diungkapkan Maksum. Ia yang memiliki ternak puyuh 2.500 mengaku kelimpungan untuk menutupi biaya produksi karena harga telur yang terus anjlok.
"Saya yang pusing mikirin biaya pakan dimana harganya juga naik,sementara harga telus terus turun," tandas Maksum.

