| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Medan. Lewat hajatan "Relawan Ngopi Bareng" yang berlangsung hari ini, Minggu (5/8/2018), di Cafe Hitam Putih di Medan, Relawan Jokowi Center (RJC) Korda Sumatera Utara, meluncurkan Gerakan Kawal Pemilu 2019
.Menurut Ketua RJC Korda Sumut, Arnold Lumban Gaol, berkaca pada masifnya persoalan daftar pemilih tetap (DPT) dan undangan memilih (formulir C-6) di Pilgubsu lalu, hal serupa kemungkinan besar akan terulang pada Pemilu 2019. Tidak jelas masalahnya kenapa hal tersebut terjadi.
Hingga saat ini, ungkapnya, belum ada satupun kelompok relawan pendukung Jokowi yang memberi perhatian untuk mengawal DPT dan formulir C-6. Begitu juga parpol pendukung Jokowi, belum menunjukkan perhatiannya.
"Kita mau jadikan Gerakan Kawal Pemilu menjadi gerakan masyarakat, bersama-sama mengawal DPT dan formulir C-6 agar tidak ada lagi yang kesulitan mencoblos di Pemilu," ujar Arnold.
Tingkat partisipasi publik di Pilgubsu yang cuma sekitar 60% disebutkannya tidak boleh terjadi lagi. Di Pemilu 2019 partisipasi publik yang menggunakan hak pilihnya di Sumut harus lebih tinggi.
Pentingnya mengawal DPR dan formulir C-6, ungkapnya, karena akan ada orang jahat yang mempermainkannya. Sangat berbahaya jika hal tersebut terjadi.
Pantauan medanbisnisdaily.com di Cafe Hitam Putih, saat ini panitia tengah mempersiapkan acara Relawan Ngopi Bareng. Ngopi akan diisi dengan diskusi tentang mengapa harus memilih Jokowi di Pilpres mendatang. Tampil dua pembicara Wahyu Mulyono (KNPI Sumut) dan Troy Sirait (GMNI).

