| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Beberapa dari kita masih sering beranggapan bahwa agamakulah yang paling benar dan agamamu adalah salah. Pasangan seperti itu kemudian melahirkan intoleransi. Pada akhirnya memunculkan benih-benih konflik.
Berangkat dari kondisi itu, Aliansi Penggiat Novel akan menggelar bedah novel Panca in Dira karya Robby Fibrianto Sirait. Bedah novel itu akan berlangsung di pada Jumat 31 Agustus 2018 pukul 19.30 WIB di The Real Family Cafe (Jalan Perjuangan) Medan.
Kepada medanbisnisdaily.com, Kamis (30/8/2108) Fibrianto mengatakan, kali ini pembedah akan melihat sisi pluralisme dari novel ini. Hal itu salah satunya bisa dilihat dari karakter tokoh Panca yang digambarkan sebagai sosok yang toleran. Baginya agama tidak bisa dipaksakan.
"Pandangan Panca itu bisa dibaca lewat sebuah analogi yang dibuatnya. Itu bisa dilihat di halaman 92-93," kata Fibri.
Ia melanjutkan, aku pikir itu adalah analogi (perumpaan) yang tepat untuk menunjukkan bagaimana aku berpikiran terhadap agama. Itu sudah sangat cocok. Ada beberapa agama yang menawarkan Tuhannya beserta bukti-buktinya. Aku belum tahu mana yang benar.
Masing-masing punya bukti yang sama kuatnya di mataku. Setiap agama memiliki versi kebenaran yang berbeda-beda. Dan setiap agama memiliki Tuhannya masing-masing. Maka pertanyaannya, Tuhan manakah yang benar-benar Tuhan? Apakah kita bisa memaksakan kepada orang lain bahwa Tuhan kita yang benar?

