| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Tampahan. Petani kopi di Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) mengeluh. Pasalnya, tanaman kopi jenis arabika (sigarar utang) milik warga terserang hama, membuat hasil komoditi pertaniannya kualitas dan bobotnya menurun.
"Permasalahan turunnya kualitas dan bobot tanaman kopi milik warga sudah lama terjadi. Terakhir diketahui ada serangan hama bentuknya seperti kutu merusak biji sehingga berlobang dan terjadilah penurunan berat biji kopi," ujar Ketua Kelompok Tani Makmur, M Simangunsong, Kamis (20/9/2018), di Tampahan.
Dia mengatakan, akibat adanya penurunan kualitas dan bobot atau berat biji kopi ternyata membuat para toke menurunkan harga hingga 30%-40% dan sangat mempengaruhi pendapatan petani.
"Atas perisriwa ini, kami sangat berharap Dinas Pertanian Tobasa mampu memberikan solusi atau jalan keluar agar kulaitas hasil tanaman kopi milik warga kembali sedia kala," sebutnya.
Senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Aek Raja, Barita Samosir. Ia mengatakan, tanaman kopi di Kecamatan Tampahan sedang tidak pada kualitas baik, dan membuat petani gusar. Karena hasil panen tidak dapat bersaing dengan hasil panen daerah lain, khususnya Humbang dan Lumbanjulu.
"Sudah kami coba penyemprotan menggunakan pestisida, ternyata serangan hama makin parah, bahkan biji kopi makin menghitam dan berlobang termakan hama," ucapnya menyebut karena adanya serangan hama yang melelahkan petani sempat direncanakan untuk mengganti dengan tanaman baru.
Kepala Dinas Pertanian Sahat Manullang dan Kepala Bidang Perkebunan Frisda Napitupulu meninjau lahan tanaman kopi yang terserang hama tersebut sekaligus memberikan penyuluhan dan bimbingan agar petani tidak gusar dan tetap percaya diri melanjutkan perawatan.
"Penyakit ini sering terjadi pada tanaman kopi. Cara pembasmian hama sangat tidak sesuai apabila dengan penyemprotan pestisida. Sebagai langkah awal akan kita upayakan mendatangkan tim ahli penyakitnya," katanya.

