| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Listiani, dari lembaga BITRA, berdasar riset yang dilakukan oleh lembaganya menyatakan salah satu dampak pestisida kepada perempuan yang tengah hamil adalah keguguran.
"Kami pernah riset, pestisida bisa membuat buruh perempuan keguguran atau prematur," katanya saat workshop dengan tema Dampak Pestisida dan Jaminan Kesehatan Buruh Perempuan Perkebunan Kelapa Sawit yang digelar Organisasi Penguatan dan Pengembangan Usaha-usaha Kerakyatan (OPPUK) di Hotel Madani, Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (21/12/2018).
Menanggapi itu, Dosen Pertanian Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan Erika Pardede selaku pembicara workshop mengatakan ada yang salah dengan penanganan korban terpapar pestisida. "Biasanya perusahaan melindungi buruhnya dengan pemberian susu. Padahal itu tidak menjamin," katanya.
Dijelaskannya, tidak ada penelitian yang membuktikan susu sebagai antidot (anti racun-red). Susu memberikan efek pengenceran, karena diserap tubuh. Karena cairan banyak, maka dikurangi atropine senyawa antidot. "Tidak ada penelitian yang membuktikan susu adalah antidot," jelas Erika.
"Satu-satu solusi adalah go organik," kata Erika.
Basran Ritonga perwakilan dari Asian Agri mengaku tidak bisa seratus persen perusahaan melindungi pekerjanya. Tapi setidaknya diberikan alat perlengkapan diri (APD) dan alat perlengkapan kerja (APK).

