| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Dinas-dinas yang ada di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) tampaknya masih belum dapat mengikuti irama kepemimpinan Gubernur Sumut (Gubsu), Edy Rahmayadi.
Pasalnya, sejauh ini, tender-tender proyek fisik belum juga dilakukan. Padahal tahun anggaran 2019 hampir memasuki penghujung semester satu.
Ketika hal itu ditanyakan, Gubsu Edy Rahmayadi yang juga mantan Pangkostrad itu, juga terkesan heran. Sebab dia juga ingin agar proyek segera jalan.
"Iya ya, saya juga udah bilang begitu ke dinas-dinas, jangan takut, tenderkan itu proyek. Jangan takut, lakukan dengan benar, nggak soal itu," kata Edy Rahmayadi di Medan, Jumat (17/5/2019).
Edy sepakat bahwa lebih cepat tender dilaksanakan, maka proyek berjalan memberi dampak perputaran uang di masyarakat. Hasilnya juga kelak dinikmati masyarakat.
Edy meminta masyarakat maupun para pengusaha jasa konstruksi (kontraktor) khususnya, agar bersabar. "Habis Lebaran ini harus sudah serentak jalan semua," tambahnya.
Saat ini, persis hanya pengumuman tender proyek jasa konsultansi yang masih tayang di website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemprov Sumut. Sebaliknya, tender proyek fisik belum.
Belum lama ini, Effendi Pohan yang baru saja menjabat Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, menyebutkan bahwa pihaknya segera melaksanakan tender fisik.
Saat ini yang baru ditenderkan adalah proyek jasa konsultansi. Menurur Effendi, dinasnya segera merampungkan rancangan biaya dan dokumen-dokumen penawaran, dan selepas itu langsung tender.
Sementara itu, Sam Naham dari Divisi Kelembagaan Forum Jasa Konstruksi Sumatera Utara (Forjasi) mendesak Pemprov Sumut segera menenderkan proyek-proyek fisik.
Perlunya segera dilaksanakan tender proyek-proyek fisik, kata Sam Naham, agar pengerjaannya bisa dikejar. "Jangan nanti jadi buru-buru, udah gitu hasilnya nggak bagus lagi," katanya.
Di samping itu, pelaksanaan proyek di lapangan berarti terserap anggaran pembangunan dari pemerintah. "Dalam keterkaitan ekonominya, ada perputaran uang di masyarakat, itu menggairahkan ekonomi juga," pungkasnya.

