| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Lhokseumawe, Ketua Umum Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh (PA), H Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, menyambut baik dan mengapresiasi terbentuknya Forum Solusi Aceh (SuA) yang digagas sejumlah akademisi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.
"Ini merupakan bentuk partisipasi aktif insan kampus terhadap berbagai persoalan sosial, budaya, ekonomi dan politik di Aceh,” kata Mualem melalui Juru Bicara Partai Aceh, H Muhammad Saleh, Jumat (9/8/2019).
Menurutnya, Mualem sadar betul, sebagai kampus jantung hate (hati-red) rakyat Aceh, Unsyiah diharapkan mampu menggali berbagai persoalan yang timbul, sekaligus solusi bagi di Aceh.
“Partai Aceh mendukung sepenuhnya Unsyiah membentuk Forum Solusi Aceh dan Partai Aceh, siap ikut terlibat, ambil bagian dalam bekerjasama. Terutama dalam isu-isu resolusi konflik dan perdamaian,” jelasnya.
Sebagai partai politik peraih kursi mayoritas di DPR Aceh urainya, begitu juga kabupaten dan kota bahkan lebih dari sepuluh pimpinan daerah (kabupaten dan kota), baik dari kader internal PA maupun koalisi, menjadi modal kuat untuk menjalin kerjasama ini.
Sebenarnya, kata Mualem, secara personal, kerja sama tersebut sudah terjalin paska MoU Damai, 15 Agustus 2005. Itu dibuktikan dengan merekrut sejumlah akademisi Unsyiah untuk mencurahkan gagasan, ide dan pikirannya, baik sebagai staf ahli di DPR Aceh, Pemerintah Aceh maupun posisi penting di jajaran Pemerintah Aceh.
“Setidaknya, pengalaman tersebut sudah saya rasakan saat menjadi Wakil Gubernur Aceh Periode 2013-2017 lalu. Dan, Partai Aceh tetap berharap kerjasama tersebut dapat lebih erat serta rekatkan kembali,” harap Mualem
Diakui Mualem, untuk membangun Aceh tak bisa sendiri atau satu kelompok saja. Tapi, harus melibatkan semua elemen rakyat Aceh, termasuk kampus atau perguruan tinggi.
Di sisi lain, mulai Juli 2019, Partai Aceh melakukan rekrutmen dan penjaringan kader serta keanggotaan secara terbuka (khususnya kaum milenial Aceh), dari usia 18-30 tahun. Ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan yang sama kepada seluruh rakyat Aceh, menjadi politisi Partai Aceh
“Itu sebabnya, sejak awal Partai Aceh selalu membuka diri terhadap saran dan pendapat dari semua rakyat Aceh untuk bersama-sama, menjadi bagian dari partai politik lokal ini, membangun Aceh.

