| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Sastra anak dapat mencegah autisme pada anak. Hal itu disebabkan karena sastra anak mengandung perspektif yang luas. Tidak sekadar bacaan, sastra anak juga bisa berbentuk permainan dengan imajinasi dan nilai-nilai di dalamnya. Demikian salah satu poin yang mengemuka dalam diskusi bertema Sastra Anak pada Pertemuan Sastrawan III yang digelar Balai Bahasa Sumatra Utara (BBSU). Pertemuan berlangsung di BBSU, Jalan Kolam Ujung, Medan Estate, Kamis (26/9/2019).
Sebelumnya, salah satu pemantik diskusi, Shafwan Hadi Umry, menjelaskan, dalam sebuah penelitian disebutkan, anak-anak yang hidupnya individual berpotensi jadi anak autis. Mereka tidak berinteraksi dan berimajinasi sendiri. Untuk mencegah itu, salah satunya mengembangkan kembali sastra anak.
"Sastra anak memuat imajinasi dan merekam suara alam. Juga dapat berbentuk permainan yang memuat nilai-nilai sosial. Dengan kekayaan itu, maka sastra anak dapat menjadi media perlawanan terhadap zaman individual seperti sekarang ini," kata Shafwan.
Dijelaskan Shafwan, sastra anak dapat ditulis oleh anak maupun orang dewasa dengan pendekatan bahasa dan keterbacaan anak. Sayangnya, sambung mantan Kepala BBSU ini, kini sastra anak kehilangan media, seiring pula dengan hilangnya dunia anak-anak.
"Ayo mari kita kembangkan lagi sastra anak untuk menyelamatkan anak-anak kita," kata Shafwan.

