| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Belawan. Pelabuhan Belawan yang dikelola PT Pelindo 1 Cabang Belawan semakin ditinggalkan eksporter. Hal ini dapat dilihat selama tiga tahun terakhir. Selama kurun waktu itu jumlah komoditas ekspor yang dikapalkan melalui Pelabuhan Belawan terus turun.
Berdasarkan data diterima medanbisnisdaily.com dari Pelindo 1 Cabang Belawan, Rabu (5/8/2020), penurunan jumlah komoditas ekspor Sumut yang dikapalkan melalui Pelabuhan Belawan terjadi sejak tahun 2018. Di mana sepanjang tahun 2018 jumlah komoditas ekspor yang dikapalkan ke manca negara melalui Pelabuhan Belawan sebanyak 38 jenis. Jumlah itu turun 4 jenis dibandingkan tahun 2017 yang berjumlah 42 jenis.
Memasuki dekade 2019 jumlah komoditas ekspor Sumut yang dikapalkan melalui Pelabuhan Belawan anjlok drastis yakni dari 38 jenis pada 2018 menjadi hanya 9 jenis pada 2019.
Kemudian hingga Juni 2020, jumlah komoditas ekspor yang dikapalkan melalui Pelabuhan Belawan turun kembali menjadi hanya 5 jenis terdiri dari CPO, bungkil, kayu lapis, ikan dan komoditas karet. Sejak 2017 ekspor Sumut tetap didominasi komoditas CPO.
Asisten Manajer Hukum dan SDM Pelindo 1 Cabang Belawan, Mufthy Rakhman membenarkan turunnya jumlah komoditas ekspor Sumut yang dikapalkan melalui Pelabuhan Belawan. “Ini terjadi karena eksporter lebih memilih mengirim barangnya melalui terminal peti kemas Belawan. Selain itu ada juga yang dikapalkan melalui Pelabuhan Kuala Tanjung”katanya.
Sementara Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Sumatra Utara (Kadinsu), Khairul Mahalli mengatakan, ekspor Sumut banyak dilakukan melalui Jakarta. Dari Sumut diangkut melalui jalan darat dan antarpulau melalui laut. Dari Jakarta diekspor gabung dengan produk dari provinsi lain. “Jumlah barang yang dikirim besar maka cost logistiknya rendah,” kata Khairul.

