| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Harga cabai dan kebutuhan pokok lainnya di Kota Medan, Sumatera Utara, akhir-akhir ini melambung. Naiknya harga kebutuhan pokok di pasar membuat sejumlah emak-emak menjerit minta pemerintah segera menurunkan harga sejumlah kebutuhan dapur tersebut di pasar.
"Makin susah kami sekarang, semua harga kebutuhan pokok melambung naik, bingung mau belanja kebutuhan makan sehari-hari," ujar Habsah (42), warga Kecamatan Medan Labuhan kepada medanbisnisdaily.com, Selasa (28/6/2022).
Emak empat anak ini mengatakan, pemerintah bukan menyalahkan menterinya saja ketika harga pangan naik melambung dengan mengganti menterinya, tapi harus ada tindakan tegas dari pemerintah agar masyarakat dapat berbelanja dengan nyaman.
BACA JUGA: Stok dari Karo dan Sidikalang Menipis, Harga Cabai Merah di Sumut Meroket ke Rp 130.000/Kg
"Kami harapkan pemerintah turun ke lapangan cari tahu penyebab kenaikan harga kebutuhan pokok yang melambung dan segera mengatasinya. Jangan biarkan kami masyarakat ini menjerit, sudah susah, tambah susah", kata istri nalayan ini menggerutu.
Kenaikan harga kebutuhan pokok sesuai pantauan medanbisnisdaily.com, terjadi sejak bulan lalu. Harga cabai merah di Pasar V Medan Marelan, misalnya yang biasa Rp 30.000 per kg kini melonjak naik mencapai Rp 90.000/Kg, bahkan sehari sebelumnya sempat 130.000/kg. Bawang merah dari Rp 20.000 naik menjadi Rp 50.000 per kg. Tomat dari harga Rp 6.000 naik menjadi Rp 12.000 per kg, telur dari Rp 1.400 per butir naik mencapai Rp 1.800 per butir.
Sedangkan harga minyak goreng curah kini harganya Rp 14.500 per liter. Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok juga terjadi pada ikan dan daging.

