| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

TAHUN 2023 adalah momentum percepatan berbagai aktivitas sosial ekonomi global. Prospek perekonomian nasional hingga regional secara gradual terlihat menggairahkan. Hal ini tercermin dari semakin kondusifnya berbagai indikator ekonomi yang menggiring optimisme percepatan ekonomi Sumatera Utara.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat geliat pertumbuhan ekonomi terus menguat dan terpantau stabil mulai dari triwulan I-2023 hingga triwulan III-2023. Tentunya hal ini menjadi kabar baik dan diharapkan menjadi benchmark perekonomian tahun-tahun mendatang.
Secara prinsip, akselerasi pertumbuhan ekonomi didukung dari dua sisi, yaitu dari sisi pengeluaran dan kinerja produksi atau lapangan usaha. Dari perspektif pengeluaran, akselerasi ditandai oleh konsumsi rumah tangga yang terus meningkat serta terjaganya kinerja perdagangan dan investasi. Dari perspektif lapangan usaha, seluruh sektor mengalami pertumbuhan, terutama sektor-sektor riil yang melibatkan pemanfaatan digitalisasi.
Skenario yang bergulir selama tahun 2023 menunjukkan perekonomian yang membaik dengan tren meningkat tiap triwulan. Dibandingkan dengan triwulan III-2022 lalu, BPS mencatat ekonomi Sumatera Utara Triwulan III-2023 mengalami pertumbuhan sebesar 4,94 persen (y-on-y) dan diprediksi terus tumbuh hingga triwulan-IV 2022.
BACA JUGA: Esensi di Balik Kenaikan Harga Beras
Kondisi ini didukung oleh laju yang pesat pada aktivitas transportasi dan perdagangan sebesar 12,41 persen pada triwulan-III 2023. Tingkat mobilitas masyarakat yang tak terbendung menjadi salah satu penyebab.
Di samping itu, transaksi barang dan jasa yang dilakukan secara online maupun offline juga meningkat. Menguatnya ekonomi pada kuartal III juga disebabkan oleh gencarnya aktivitas lembaga non-profit rumah tangga yang mencapai pertumbuhan tertinggi sebesar 8,72 persen.
Lebih jauh dari itu, posisi dan kontribusi Sumatera Utara pada perekonomian Pulau Sumatera juga memberikan kesan baik. Secara spasial, Sumatera Utara memberikan kontribusi terbesar pada Produk Domestik Regional Bruto Sumatera sebesar 23,35 persen, disusul oleh Provinsi Riau yang menduduki peringkat kedua dengan share sebesar 22,34 persen.
Kontribusi ini tak lepas dari peran besar sektor pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan yang membangun dan menyokong struktur ekonomi Sumatera Utara selama setahun terakhir.
Gayung bersambut, pemulihan ekonomi Sumatera Utara juga selaras dengan dengan penurunan angka kemiskinan di Sumatera Utara. Data BPS menunjukkan terjadinya penurunan angka kemiskinan dari 8,42 pada Maret 2022 menjadi 8,15 persen pada Maret 2023. Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan juga ikut mengalami penurunan.
BACA JUGA: Kenapa Harga Beras Tak Kunjung Turun?
Dari sisi ketimpangan pendapatan antar dua kategori wilayah, ketimpangan penduduk daerah perkotaan masih relatif lebih tinggi dibandingkan ketimpangan pendapatan penduduk di wilayah pedesaan. Tentunya ini dapat menjadi fokus pemerintah ke depan dalam menciptakan pemerataan pendapatan kesejahteraan di segala penjuru.
Sejalan dengan pulihnya perekonomian domestik di Sumatera Utara, momentum ini menjadi trigger baik yang mendukung peningkatan kondisi ketenagakerjaan dan kesejahteraan di Sumatera Utara.
Fenomena ini terekam dari laporan Berita Resmi Statistik yang menunjukkan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) serta peningkatan jumlah tenaga kerja dibandingkan kondisi Agustus 2023.
TPT Agustus 2023 tercatat sebesar 5,89 persen, turun sebesar 0,27 persen poin dibandingkan dengan TPT Agustus 2022. Sementara itu, partisipasi angkatan kerja juga mengalami peningkatan sebesar 1,53 persen poin menjadi 71,06 persen pada tahun 2023.
Dari sisi struktur pekerja, terdapat pergeseran (shifting) dimana jumlah tenaga kerja yang bergerak di sektor informal menurun dari 59,07 persen pada Agustus 2022 menjadi 58,52 persen pada tahun 2023.
BACA JUGA: Statistik Berkualitas untuk Indonesia Maju
Data-data tersebut mengindikasikan bahwa pulihnya ekonomi membuka peluang untuk penyerapan tenaga kerja yang lebih luas, terlebih pada beberapa sektor yang menunjukkan penguatan secara masif.
Kemajuan perekonomian idealnya sejalan dengan kemajuan pembangunan manusia di suatu daerah. Status pembangunan manusia yang baik diharapkan dapat mewujudkan pemerataan dan pembangunan modal manusia dapat mendukung pemerataan kesejahteraan dan distribusi pendapatan.
Salah satu indikator yang dapat mengukur kemajuan pembangunan manusia adalah melalui Indeks Pembangunan Manusia. Selama 10 tahun terakhir, secara rata-rata pembangunan manusia di Sumatera Utara terus mengalami kemajuan.
Akan tetapi, selama pandemi Covid-19, capaian pembangunan manusia sempat mengalami perlambatan. Kini, secara bertahap, level pembangunan manusia mengalami percepatan di tahun 2022 dengan pertumbuhan sebesar 0,99 persen.
Membangun fondasi jangka menengah dari perekonomian Sumatera Utara menjadi narasi besar yang diharapkan dapat terealisasikan dengan baik di penghujung tahun 2023.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kenaikan harga barang terkhusus bahan makanan yang memiliki sifat volatile. Masih segar di ingatan ketika lonjakan harga minyak goreng menjadi isu nasional. Belum lagi kenaikan harga BBM yang sempat membuat warga panik.
BACA JUGA: Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Amanat Satu Data Indonesia
Namun, waktu membuktikan bahwa masyarakat dapat beradaptasi. Daya beli masyarakat tetap terjaga. Selain itu, peran pengambil kebijakan juga berpengaruh dalam menentukan kestabilan transaksi ekonomi masyarakat.
Kebijakan moneter dan fiskal telah diterapkan untuk menjaga agar harga tetap terkendali dan daya beli tetap terjaga.
Tidak cukup sampai di situ, menyongsong pesta demokrasi 2024, optimisme kebangkitan ekonomi semakin terasa. Aktivitas dari berbagai pelaku politik dan kegiatan organisasi masyarakat akan berdampak positif pada perekonomian.
Walaupun dalam perjalanannya penuh dinamika, baik dari faktor internal maupun eksternal, indikator-indikator sosial ekonomi yang terjaga baik dapat menjadi bantal ekonomi negara.
BACA JUGA: Lulus Kuliah, Haruskah Cari Lowongan Kerja?
Berkaca pada pengalaman, dukungan dari segenap lapisan sangat dibutuhkan. Kesiapan industri yang kompetitif, penguatan iklim investasi dan perbaikan infrastruktur dapat menjadi penguat langkah ke depan. Implementasi ekonomi dan pembiayaan hijau dapat digalakkan.
Dengan demikian, kebangkitan ekonomi Sumatera Utara di tahun mendatang tidak hanya menjadi angan. Semangat dan optimisme menuju ekonomi Sumatera Utara yang lebih baik!
====
Penulis Statistisi Ahli Muda BPS Kota Medan
====
medanbisnisdaily.com menerima tulisan (opini/artikel) terkait isu-isu aktual masalah ekonomi, politik, hukum, budaya dan lainnya. Tulisan hendaknya ORISINAL, belum pernah dimuat dan TIDAK DIKIRIM ke media lain, disertai dengan lampiran identitas (KTP/SIM), foto (minimal 700 px dalam format JPEG/posisi lanskap), data diri singkat (dicantumkan di akhir tulisan), nama akun FB dan No HP/WA. Panjang tulisan 4.500-5.500 karakter. Tulisan tidak dikirim dalam bentuk lampiran email, namun langsung dimuat di badan email. Redaksi berhak mengubah judul dan sebagian isi tanpa mengubah makna. Isi artikel sepenuhnya tanggung jawab penulis. Kirimkan tulisan Anda ke: [email protected]

