| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

PRESIDEN Prabowo telah menggaungkan semangat penghematan anggaran negara sejak awal dirinya dilantik menjadi presiden ke-8 negara ini. Semangat ini menumbuhkan harapan bahwa anggaran negara yang berasal dari keringat masyarakat itu akan dimaksimalkan penggunaannya kembali untuk kesejahteraan masyarakat luas.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Tempo (https://www.tempo.co/ekonomi/daftar-10-kementerian-yang-dipotong-anggarannya-pada-2025-ada-yang-tembus-rp-81-t--1203534) pada beritanya tanggal 6 Februari 2025 ada triliunan dana masyarakat yang berhasil dihemat. Dana triliunan ini masih berasal dari kementerian/lembaga setingkat kementerian yang ada di republik ini.
Sebagai contoh Kementerian Keuangan melakukan penghematan hingga Rp 12 triliun dan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah yang Rp 8 triliun.
Jika penghematan 2 kementerian ini digabung maka total ada Rp 20 triliun dana negara yang dapat dialokasikan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat lagi.
Konon katanya, dana ini akan banyak digunakan untuk mendukung program makanan bergizi gratis yang merupakan salah satu program utama Prabowo sejak awal masa kampanyenya.
Kalkulasi sederhana, penghematan yang dilakukan oleh 2 kementerian ini dapat menyediakan 2 milliar porsi makanan bergizi gratis dengan asumsi harga per porsi makanan kurang lebih Rp 10.000,00.
Berdasarkan data Kemendikdasmen pada tahun 2024, terdapat 48,8 juta jiwa murid yang terdaftar pada tahun ajaran 2024/2025. Angka-angka ini cukup membuat optimis kita akan suksesnya program makan bergizi gratis.
Hanya dari penghematan anggaran 2 kementerian tadi, cukup memberi makan 48.8 juta anak selama 40 hari sekolah dari total kurang lebih 200 hari sekolah.
Total penghematan anggaran dari seluruh Kementerian/Lembaga adalah Rp 256 trilliun. Dengan dana ini, anak-anak Indonesia akan tumbuh dengan gizi yang cukup menyongsong Indonesia emas 2045.
Program makan bergizi gratis harus didukung oleh semua lapisan masyarakat dari mulai orang tua, masyarakat mitra penyedia makanan bergizi gratis, ASN pemerintah pusat dan daerah (pelaksana program) sampai dengan penegak hukum (Polisi, Jaksa, KPK). Program ini memiliki tujuan suci yang harus dikawal oleh semua pihak.
Salah satu cara mengawal tujuan program ini yang paling utama adalah tidak dilakukannya penyelewengan penggunaan anggaran. Umum kita ketahui bahwa dalam setiap kegiatan pemerintah selalu ada celah penyelewengan.
Dari banyaknya jenis tindak pidana korupsi yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tahun 2023 s.d 2024 penanganan didominasi oleh kegiatan Pengadaan Barang/Jasa dan Gratifikasi/Penyuapan (https://www.kpk.go.id/id/publikasi-data/statistik/penindakan-2).
Hal ini tentu saja riskan terjadi dalam pelaksanaan program makanan bergizi gratis. Dan perlu diperhatikan bersama, bahwa terjadinya tindak pidana korupsi di program ini pasti akan mengurangi kualitas dan tentunya kuantitas makanan yang dimakan oleh anak-anak Indonesia.
Oknum ASN di instansi daerah sebagai pelaksana program bisa saja menekan harga ke penyedia agar mendapatkan untung dari selisih harga, jika ini terjadi sudah bisa dipastikan penyedia akan mengurangi kualitas makanan yang disediakan.
Di lain pihak, masyarakat penyedia makanan bisa saja menekan harga bahan baku dari petani/peternak, dan juga bisa dipastikan petani/peternak tidak akan memberikan bahan baku terbaik.
Selain itu, oknum penegak hukum seperti polisi, kejaksaan atau mungkin KPK memiliki celah untuk melakukan pemerasan terhadap ASN instansi pelaksana program dengan tujuan mendapat bagian keuntungan dalam program ini, dapat dipastikan ASN instansi pelaksana program akan mengurangi standar makanan untuk bisa mengurangi harga dan memberikan selisihnya sebagai "setoran" kepada oknum penegak hukum.
Manusia selalu hidup menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi cara manusia menjalani hidupnya adalah tekanan (strain) yang berada di sekitarnya.
Robert King Merton berpendapat bahwa tekanan tertentu bisa membuat manusia melakukan segala hal untuk bisa keluar dari tekanan tersebut. Hal ini termasuk di dalamnya adalah perbuatan kriminal, apalagi sifat dari tekanan tersebut mengancam hidup dari manusia tersebut.
Pelaksanaan program makanan bergizi gratis harus dijauhkan dari tekanan negatif semua pihak. Hal ini demi menjaga kualitas makanan yang dihidangkan bagi anak-anak Indonesia.
Kualitas tersebut tidak harus digambarkan dengan harga yang mahal, namun kualitas yang dihidangkan minimal harus sama dengan harga yang telah dianggarkan.
Program makanan bergizi gratis ini harus mampu menjadi pintu gerbang besar penyetaraan hak anak Indonesia dalam memperoleh gizi berimbang tanpa ada sekat-sekat yang dibentuk oleh kemampuan ekonomi orangtua si anak.
Bergizi Anak Indonesia, Gemilang Masa Depan Indonesia!!
====
Penulis Aktivis Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia
====
medanbisnisdaily.com menerima tulisan (opini/artikel) terkait isu-isu aktual masalah ekonomi, politik, hukum, budaya dan lainnya. Tulisan hendaknya ORISINAL, merupakan pendapat pribadi/tunggal) penulis, belum pernah dimuat dan TIDAK DIKIRIM ke media lain, disertai dengan lampiran identitas (KTP/SIM), foto penulis (minimal 700 px dalam format JPEG/posisi lanskap), data diri singkat (dicantumkan di akhir tulisan), nama akun FB dan No HP/WA. Panjang tulisan 4.500-5.500 karakter. Tulisan tidak dikirim dalam bentuk lampiran email, namun langsung dimuat di badan email dengan nama subjek: OPINI. Redaksi berhak mengubah judul dan sebagian isi tanpa mengubah makna. Isi artikel sepenuhnya tanggung jawab penulis. Kirimkan tulisan Anda ke: [email protected]

