| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Medan. Sejumlah kebutuhan masyarakat belakangan ini memang mengalami kenaikan yang cukup signikan. Seperti bawang merah yang saat ini sudah mencapai rata-rata Rp 54.400/kg mengacu kepada PIHPS (Pusat Informasi Harga Pangan Strategis) di Kota Medan. Padahal sekitar 1 bulan yang lalu (Juni) masih ditransaksikan dikisaran Rp 32/kg.
Menurut Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, pemicu kenaikan harga bawang merah adalah masalah supply atau persediaan. Dimana pasokan bawang merah dari Pulau Jawa mengalami penurunan. "Dan bawang merah di Sumut banyak mengandalkan pasokan bawang merah dari Samosir serta sebagian lagi dari wilayah Sumatera Barat. Belum bisa dipastikan sampai kapan harga akan berlangsung mahal," katanya, Rabu (30/7/2025).
Selain bawang merah, harga cabai merah juga alami kenaikan yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Di akhir pekan kemarin masih dijual dikisaran Rp 17.000 hingga Rp 25.000/kg. Namun, mengacu kepada PIHPS Kota Medan, harga cabai merah saat ini ditransaksikan rata-rata di harga Rp 33.600/kg.
Demikian halnya dnegan cabai rawit, dimana di Kota Medan ditransaksikan dikisaran Rp 31.400/kg. Peralihan sumber produksi dari wilayah pengunungan menjadi pemicu mahalnya harga cabai belakangan ini. Untuk cabai merah, pasokan dari Purba Senembah maupun Saran Padang sudah melewati musim panen di bulan Juli ini.
Pasokan cabai merah di Sumut selanjutnya tengah memasuki musim panen di wilayah Batubara (Lubuk Cuik) serta sejumlah wilayah lainnya dari Deliserdang seperti Beringin dan Pantai Labu. "Sehingga kenaikan harga cabai merah ini berpotensi hanya berlangsung sesaat," katanya.
Masih mengacu pada PIHPS, harga beras di Sumut pada hari ini masih mengalami kenaikan. Jika sehari sebelumnya harga beras ditransaksikan di harga Rp 15.350/kg untuk kualitas medium, saat ini ditransaksikan di harga Rp 15.400/kg.
"Kenaikan harga beras terjadi di Gunung Aitoli. Gangguan supply masih menjadi pemicu utama kenaikan harga beras. Meskipun di bulan depan kita sudah akan memasuki masa panen raya," katanya.
Selanjutnya harga minyak goreng curah juga alami kenaikan dalam dua hari terakhir di Sumut mengacu PIHPS. Harga minyak goreng curah naik di wilayah Sibolga dari Rp 17.750/kg menjadi Rp 18.150/kg.
Demikian juga harga telur ayam yang alami kenaikan dalam sepekan terakhir dari level Rp 30.750/kg menjadi Rp 30.850/kg. "Untuk kenaikan harga telur ayam juga dipicu oleh gangguan supply. Secara keseluruhan harga sejumlah kebutuhan pokok di Sumut yang naik tidak terlepas dari masalah pasokan yang alami penurunan," kata Gunawan.
Dia menambahkan, hanya minyak goreng yang lebih dikarenakan oleh kenaikan pada harga pokok produksinya. Untuk komoditas cabai rawit, cabai merah, dan beras masih berpeluang turun di bulan depan. Walaupun untuk peluang penurunan harga cabai lebih ditentukan oleh demand dari luar Sumut. Sementara kekhawatiran akan dampak yang ditimbulkan oleh tensi geopolitik di Asean (Thailand – Kamboja) sejauh ini belum mempengaruhi harga kebutuhan masyarakat di Sumut.

