| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Infrastruktur jalan rusak, Jaminan kesehatan melalui BPJS dan Banjir menjadi persoalan yang paling banyak dikeluhkan warga Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli kepada Anggota DPRD Medan Faisal Arbie saat dia menggelar reses di Lapangan Sriwijaya pada Minggu (21/12/2025).
Curhatan warga yang kebanyakan datang emak-emak itu disampaikan kepada politisi NasDem karena mereka merasa terabaikan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang sampai saat ini belum memberikan realisasi terhadap keluhan yang telang berulang kali mereka sampaikan.
Salah seorang warga Jalan Pasar 4 Kelurahan Mabar Hilir, Salmiah, menanyakan bantuan pemerintah yang tak pernah ia dapatkan. Padahal dirinya kerap didata oleh petugas baik dari kementerian terkait maupun Pemko Medan.
"Saya pernah mendaftar BPJS Kesehatan gratis, tapi gak pernah disetujui. Itu kek mana pak? Tolonglah kami dibantu," ungkapnya.
Warga lainnya Muliati, warga Pasar 4 Lingkungan 5 Kelurahan Mabar Hilir meminta Pemko Medan memperhatikan kondisi jalan mereka. Sebab saat ini kurang diperhatikan. "Kalau hujan becek pak, mohon diperbaiki," pintanya.
Sementara itu, Abdul Kahar yang tinggal di Pasar 4 Lingkungan 8 Kelurahan Mabar Hilir meminta kondisi Lapangan Sriwijaya diperhatikan. Pasalnya setiap hujan turun, lapangan becek.
"Kami rencana mau nimbun lobang-lobang di lapangan ini pak. Kemudian kami mau pagar lapangan supaya anak-anak ang bermain di sini aman, gak terganggu dengan kendaraan yang lewat," ujarnya.
Masih di lokasi yang sama, Rajimin yang tinggal di Lingkunhan 4 Mabar Hilir keluhkan persoalan banjir. Katanya, kalau hujan deras, air yang menggenangi rumah warga bisa mencapai paha orang dewasa. "Mohon dibantu dan dicarikan solusinya pak dewan," sebut Rajimin.
Di hadapan para perwakilan Organisasi Perangkat Daerah Kota Medan, Faisal Arbie, menegaskan agar keluhan yang disampaikan warga ditindaklanjuti oleh Pemko Medan serta jajaran.
"Terkadang kita ini, kalau mencatat dan mendengarkan cepat kali. Tapi realisasinya lamban. Warga juga butuh kepastian, kapan keluhan mereka itu bisa diwujudkan OPD-OPD. Saya akan kawal keluhan ini dan sampaikan langsung ke Wali Kota Medan," pungkasnya.

