| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Samosir. Akibat air Danau Toba membuat petani keramba jaring apung di Kabupaten Samosir, Sumatra Utara mengalami kerugian besar.
Pasalnya, ratusan ton ikan yang dibudidayakan petani menggunakan kerambah jaring apung mati.
Kabid Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir, Ronny Sitanggang kepada medanbisnisdaily.com, Kamis (31/7/2025) menyebutkan, perhitungan sampai 24 Juli 2025 diperkirakan 352 ton ikan mati.
Menurutnya, data ikan jenis nila yang mati itu, seluruhnya di Kecamatan Pangururan. "Ada 37 pemilik keramba yang terdata," kata Ronny.
Ketika ditanya upaya pemerintah dalam membantu kerugian masyarakat pemilik keramba jala apung, dia mengatakan sedang diupayakan Pemkab Samosir.
Seorang pemilik keramba, Rusself Rajagukguk mengaku mengalami kerugian besar akibat ikan mati di keramba jala apung miliknya.
Sebelumnya, Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Edison Pasaribu mengatakan, perubahan warna air Danau Toba ini disebabkan faktor alam, yakni musim kemarau panjang saat dan angin kencang.
"Ombak besar menyebabkan endapan lumpur di dasar danau naik ke permukaan," ujar Edison.
Ia membeberkan, saat ini endapan limbah dari penggunaan pakan ikan di keramba jaring apung dan limbah domestik masyarakat di seputaran Danau Toba terus meningkat.
"Hal ini mengakibatkan kadar amoniak Air Danau Toba meningkat," imbuhnya.
Dengan meningkatnya kadar amoniak, dijelaskan Edison, kadar oksigen air Danau Toba mengalami penurunan. "Sekarang ini sudah mencapai 4 hingga 3,9 miligram per liter," sebut Edison lagi.
Dia menambahkan, berdasarkan hasil sampel laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, air Danau Toba masih aman untuk digunakan oleh warga walau berubah keruh.
"Namun kondisi ini akan menyebabkan ikan di sekitar air keruh mati, jika berlangsung lama karena kekurangan oksigen, sementara kadar oksigen normal 5 sampai 7 miligram per liter.
Dikatakan juga, sebelumnya fenomena air Danau Toba berubah warna sudah pernah terjadi pada lima tahun lalu, biasanya terjadi pada saat musim kemarau panjang dan angin kencang.
Berikut Data Petani KJA yang Ikannya Mati:

