| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Dairi. Kegigihan yang ditunjukkan petani di Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara secangkir harapan baru mulai diseduh. Tanaman kopi yang telah lama menjadi komoditas andalan, kini kembali menjadi tumpuan para petani.
Kali ini, mereka menanam jenis kopi varitas robusta yang perawatannya dikenal lebih mudah dan harganya terus beranjak naik di pasaran.
Sahat Purba (37), salah satu petani di kelurahan Parongil merasakan betul manfaat dari pilihan ini. "Perawatan tanaman kopi ini tidak sulit, dan harganya terus naik di pasaran," kata Sahat dengan senyum.
Baginya, menanam kopi adalah langkah strategis untuk masa depan. Pohon-pohon kopi yang baru ditanamnya tiga bulan lalu itu ia ibaratkan sebagai "tabungan" untuk membiayai sekolah keempat anaknya kelak.
Kebangkitan ini tidak terjadi secara kebetulan. Para petani mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak. Bibit kopi robusta berkualitas tinggi tersebut bantuan dari PT Dairi Prima Mineral (DPM) untuk mereka.
Tak hanya itu, mereka juga mendapat pelatihan budidaya yang baik. Yang mana pihak PT DPM merangkul petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Dairi memberikan pendampingan, sehingga membuat para petani merasa tidak sendirian.
"Pendampingan dari petugas PPL sangat membantu kami dalam budidaya tanaman kopi," ungkapnya.
Sahat berharap, dukungan dari PT DPM dapat berlanjut, terutama dalam hal bantuan pupuk dan obat-obatan pertanian yang kini sulit didapat dan harganya melambung tinggi.
"Harapan ini menjadi cerminan dari semangat bagi kami untuk terus merawat dan mengembangkan komoditas yang menjanjikan ini," ujarnya.
Rospera Siburian, Koordinator PPL Kecamatan Silima Pungga-pungga bersama, Linda Siburian petugas lapangan lainya menegaskan komitmen mereka dalam mendampingi petani. "Kami tetap melakukan penyuluhan, mulai dari awal penanaman, pemupukan, dan juga pengendalian hama penyakit," ujarnya.
Ia menambahkan, motivasi terus diberikan agar petani tetap semangat merawat tanaman mereka untuk memastikan pertumbuhan tanaman kopi yang bagus dan hasil yang maksimal.
Meski demikian, jalan menuju panen masih panjang. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Sahat dan istrinya, Santi Siburian, juga menanam komoditas lain di lahan mereka, seperti sayur-sayuran, cabai, hingga pohon durian dan duku. Kebun mereka adalah bukti nyata ketangguhan dan keragaman sumber penghasilan.
Tanaman kopi memang bukan hal baru bagi petani di Dairi. Komoditas ini sudah menjadi primadona sejak dulu. Namun, dengan semangat baru, bantuan yang terstruktur, dan pendampingan yang konsisten, para petani di Silima Pungga-pungga kini memiliki optimisme yang kuat.
Mereka berharap, hasil panen kopi robusta ini nantinya tidak hanya akan menghidupi keluarga mereka, tetapi juga mengangkat perekonomian seluruh masyarakat petani Dairi khususnya di Silima Pungga-Pungga.
Dengan dukungan dan semangat yang kuat, budidaya kopi robusta akan menjadi kisah sukses baru bagi petani di Dairi.

