| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Medan. Dugaan korupsi pengadaan korupsi Smart Board dan Mebeulair Rp 100 miliar tahun 2024 di Dinas Pendidikan Langkat, mengemuka ke publik.
Massa Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (PERMAK) Sumatera Utara, menyuarakan itu saat berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Selasa (16/9/2025).
Mereka mendesak Gubernur Sumut, Bobby Nasution, mencopot Faisal Hasrimy dari jabatan Kepala Dinas Kesehatan Sumut, yang dituding terlibat dalam dugaan korupsi smarboard dan mebeulair itu.
Bahkan di Kantor Kejati Sumut, Selasa (16/9/2025), massa PERMAK juga menyuarakannya agar menjadi atensi. Kejatisu didesak mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut.
Kajati Sumut, Harli Siregar memberi atensi serius atas dugaan korupsi smarboard dan mebeluair yang melibatkan Kadis Kesehatan Sumut sekaligus mantan Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy itu.
Harli Siregar mengatakan terkait dugaan korupsi yang berpotensi kuat melibatkan Faisal Hasrimy tersebut, tengah ditangani secara intens oleh jajarannya.
"Kasus tersebut telah ditangani
Kejari Langkat. Masukan-masukannya sudah jadi atensi penyidik Kejatisu bersama Kejari Langkat," tegas Harli Siregar menjawab wartawan, Jumat (19/9/2025).
Mantan Kapuspenkum Kejagung RI itu mengatakan bahwa segala masukan dari berbagai elemen masyarakat atas penyidikan kasus tersebut, telah disampaikan pihaknya ke penyidik Kejaksaan Negeri Langkat.
"Itu penyidikannya ada di Kejari Langkat, masukan-masukan itu kita sampaikan ke sana ya," ujar Harli Siregar.
Ia kembali menegaskan komitmen pihaknya saat ditanya kembali soal penyidikan yang terus dilakukan atas dugaan korupsi pengadaan smartboard dan mebeluair tahun anggaran 2024 tersebut. "Iya, tentu (atensi serius Kejatisu, Red)," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kadis Kesehatan Sumatera Utara, Faisal Hasrimy, mengelak dari kejaran wartawan, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan, Rabu (17/9/2025) siang.
Padahal saat itu, sejumlah wartawan yang sehari-harinya bertugas di kantor gubernur, ingin meminta tanggapan Faisal Hasrimy, dalam kapasitasnya mantan Pj Bupati Langkat.
Tanggapan itu terkait unjuk rasa mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Anti Korupsi (PERMAK) soal dugaan korupsi Smart Board dan Mebeulair Rp 100 miliar di Dinas Pendidikan Langkat, Selasa (16/9/2025).
Faisal Hasrimy lari terbirit-birit meninggalkan wartawan. Ia keluar dari pintu lobi kantor gubernur, menuju mobil dinas yang terparkir di halaman tengah Kantor Gubernur Sumut. Setelah itu, ia masuk ke dalam mobil dan langsung bergegas meninggalkan kantor gubernur.
Aksi Faisal Hasrimy itu menjadi sorotan wartawan. Padahal selaku pejabat penyelenggara negara yang bertugas dan bertanggung jawab atas pengelolaan anggaran, seharusnya Faisal tak menghindar begitu saja.

