| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Medan. Forum Masyarakat Berjuang mendesak Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk merekomendasikan pembatalan pencabutan izin PT Toba Pulp Lestari (TPL), kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kamis (16/4/2026).
Namun Gubernur Sumut Bobby Nasution sama sekali tidak menggubris desakan tersebut. Ia malah mengusulkan agar lahan TPL dijadikan kawasan pertanian terpadu (smart farming) berbasis AI (Artificial Intelligence).
Hal tersebut disampaikan Gubernur Bobby pada pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Sumut 2027, di Hotel Santika, Jalan Kapten Maulana Lubis, Rabu (22/4/2026).
Bobby mengatakan kawasan pertanian terpadu berbasis AI itu menjadi salah satu prioritas Pemprov Sumut saat ini. Hal itu untuk pemenuhan ketersediaan bahan pangan, untuk mendukung program swasembada pangan Presiden RI.
Untuk mendukung itu, salah satunya akan digunakan lahan TPL yang saat ini menurut Bobby telah dicabut izinnya oleh pemerintah. "Mohon izin Pak Mendagri untuk support smart farming berbasis AI," ujar Bobby.
Dijelaskan Bobby, ada desakan dari kelompok-kelompok masyarakat untuk menutup dan membuka kembali izin TPL. "Sekarang masyarakat sudah saling klaim dan berkonflik. Dulu minta ditutup, sekarang minta dibuka. Ini bukan gerbang yang bisa buka-tutup. Kita harus cari solusi yang tepat," tegas Bobby.
Terlepas dari hal itu, Bobby mencari solusinya karena izin perusahaan sudah dicabut pemerintah, yakni untuk menggunakan lahan TPL sebagai kawasan pertanian berbasis AI.
Dijelaskan Bobby, konsep pengelolaan berbasis AI menjadi salah satu opsi strategis yang tengah didorong. Melalui pendekatan ini, seluruh proses pertanian mulai dari penanaman, pemupukan hingga prediksi hasil panen akan berbasis data dan teknologi.
"Kami tidak minta lahannya diserahkan, tapi bagaimana pengelolaannya bisa diarahkan, misalnya menjadi kawasan pertanian berbasis AI. Petani dilatih, dari tanam sampai panen semua berbasis teknologi, sehingga produksi bisa diprediksi dan harga bisa distabilkan," jelasnya.
Rencana penggunaan lahan TPL tersebut, sudah dibahas bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. "Jadi untuk mensupport masyarakat, dan juga yang ada di Tapanuli Utara, TSTA, dan atau seperti food estate, di mana petaninya bisa ditanam dan dipupuk hingga berproduksi," ujar Bobby.

