| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com – Tapanuli. Seorang warga Kabupaten Samosir, Coganss Sitanggang, menyampaikan curahan hati di media sosial setelah mengaku dilarang oleh Dinas Pendidikan setempat untuk menyalurkan bantuan sepatu kepada anak-anak sekolah.
Melalui akun Facebook pribadinya, Jumat (1/5/2026), Cogan menuliskan permohonan maaf kepada para donatur karena bantuan sepatu yang telah dikumpulkan hingga kini belum dapat dibagikan.
Dalam unggahannya, ia menyebut larangan tersebut membuatnya tertekan hingga mengalami gangguan kesehatan. Ia juga menegaskan bahwa kegiatan penggalangan dan penyaluran bantuan dilakukan murni untuk membantu siswa yang membutuhkan, tanpa bermaksud menyudutkan pihak mana pun.
“Kepada donatur yang sudah memberikan sepatu untuk adik-adik yang membutuhkan, mohon maaf sampai saat ini belum terbagi karena Dinas Pendidikan melarang saya. Selama ini aman-aman saja kami mengantar,” tulisnya.
Coganss menjelaskan, selama ini ia bersama komunitas “Peduli Cinta Anak Samosir” mengumpulkan bantuan sepatu dari donatur untuk disalurkan kepada siswa yang sepatunya sudah tidak layak pakai. Ia juga mengaku tidak pernah mempublikasikan identitas siswa maupun sekolah penerima bantuan.
Namun, ia menyayangkan sikap Dinas Pendidikan yang disebutnya langsung melarang tanpa pemanggilan atau klarifikasi terlebih dahulu. Bahkan, menurutnya, ada instruksi kepada kepala sekolah agar tidak menerima kedatangannya, termasuk dalam kegiatan literasi.
“Saya heran, kalau saya salah seharusnya dipanggil, bukan langsung dilarang ke semua sekolah,” ungkapnya.
Sebelumnya, aksi sosial ini telah berjalan dengan mengunjungi sejumlah sekolah dan memberikan bantuan kepada siswa yang membutuhkan. Bantuan tersebut berasal dari donatur yang peduli terhadap kondisi anak-anak sekolah di Samosir.
Langkah serupa juga pernah dilakukan oleh Mian Fidelis Malau serta Kapolres Samosir Rina Sry Nirwana Tarigan.
Namun, belakangan muncul larangan dari Dinas Pendidikan Samosir terhadap kegiatan yang dilakukan Cogan Sitanggang tersebut.
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Pendidikan Samosir Ronal Sinaga belum memberikan penjelasan terkait alasan pelarangan hingga berita ini diterbitkan.
Sementara itu, medanbisnisdaily.com masih berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada Coganss Sitanggang guna memperoleh informasi yang lebih berimbang dan faktual.

