| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Psikolog yang juga dosen di Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan Hotpascaman M PsI Psikolog menyebut orangtua harus menjadi pendengar yang utuh bagi anak-anaknya.. Pendengar yang utuh berarti menjadi "detektif pendengar". Orang tua harus mampu mendengar secara lengkap dan terperinci apa yang disampaikan anak-anaknya.
Dalam berkomunikasi terhadap anak, sebut Hotpascaman, orang tua harus menggunakan komunikasi asertif, yaitu teknik "i statement" yakni menggunakan kata "saya merasa".
Hotpascaman juga mengkritik pola komunikasi "you statemen" yaitu "kamu selalu".
"Konflik keluarga sering muncul karena kebiasaan menggunakan you statement yang cenderung menyalahkan, serta kurangnya kemampuan mendengarkan secara aktif," kata Hotpascaman, Sabtu (2/5/2026)
Hotpascaman menekankan dalam berkomunikasi orang tua jangan terkesan menghakimi atau mengintervensi pembicaraan anak-anak. Namun orang tua harus lebih dulu mendengar secara lengkap apa yang disampaikan anak.
Dalam berkomunikasi, orang tua harus mampu menyimak, tanpa menyela atau menghakimi dan memberikan solusi yang terburu-buru. Mengubah satu kata dapat mengubah seluruh dinamika konflik.
Hotpascaman mengaku, materi itu juga pernah ia sampaikan saat menjadi narasumber seminar Komunikasi Asertif pada Jemaat GPDI Pemenang Fakultas Psikologi UHN Medan di Gereja GPDI Jemaat Pemenang Medan, Rabu (29/4/2026) lalu. Seminar itu, kata Hotpascaman, melibatkan mahasiswa GMKI Komisariat UHN Medan.
"Dalam seminar itu, saya melakukan simulasi baik kepada anak maupun orangtua. Mereka diajarkan menggunakan teknik komunikasi asertif. Banyak orang tua yang awalnya gagal, tetapi setelah dibimbing, mereka berhasil mendengarkan dengan sabar," kata Hotpascaman.
Para peserta, sebut Hotpascaman, mengaku mendapatkan pencerahan baru tentang pentingnya mendengarkan anak dan menggunakan kalimat "saya" dibanding "kamu".
"Inilah salah satu wujud nyata penerapan ilmu psikologi di tengah-tengah masyarakat," tandas Hotpascaman.

