| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com – Medan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 44,47 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar April 2026.
Nilai tersebut setara dengan 79% dari laba bersih konsolidasi tahun buku 2025 yang mencapai Rp 56,3 triliun, sekaligus menjadi pembagian dividen tertinggi dalam sejarah perseroan.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan capaian tersebut mencerminkan kinerja perusahaan yang solid dengan fundamental yang kuat.
“Pembagian dividen dengan menyisihkan sebagian besar laba perusahaan mencerminkan kontribusi Bank Mandiri kepada negara serta apresiasi kepada seluruh pemegang saham,” ujarnya dalam keterangan resmi Bank Mandiri, Selasa (5/5/2026).
Dari total dividen Rp 44,47 triliun, sebesar Rp 9,3 triliun telah dibayarkan lebih awal sebagai dividen interim pada 14 Januari 2026. Sementara sisanya akan didistribusikan kepada pemegang saham setelah RUPST.
Secara rinci, total dividen per saham (dividend per share/DPS) untuk tahun buku 2025 tercatat sebesar Rp 476,95. Angka ini meningkat dibandingkan DPS tahun buku 2024 yang sebesar Rp 466,18 per saham.
Dengan harga penutupan saham saat RUPST di level Rp 4.430, dividend yield Bank Mandiri mencapai 10,77%. Capaian ini menempatkan Bank Mandiri sebagai salah satu emiten perbankan dengan imbal hasil dividen tertinggi di Indonesia.
Untuk investor yang ingin mendapatkan hak dividen, berikut jadwal lengkapnya:
Cum Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 8 Mei 2026
Ex Dividen (Pasar Reguler & Negosiasi): 11 Mei 2026
Cum Dividen (Pasar Tunai): 12 Mei 2026
Ex Dividen (Pasar Tunai): 13 Mei 2026
Recording Date (Daftar Pemegang Saham): 12 Mei 2026
Tanggal Pembayaran Dividen: 25 Mei 2026
Dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada recording date. Proses distribusi dilakukan melalui perusahaan efek atau bank kustodian masing-masing investor.
Riduan menambahkan, kinerja positif ini didorong oleh efisiensi operasional serta pertumbuhan kredit yang tetap sehat.
“Dividen ini menjadi wujud komitmen kami untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus memperkuat kontribusi BUMN kepada masyarakat,” pungkasnya.

