| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Di tengah gempuran media online yang kerap diasosiasikan sebagai penyebab kendurnya rasa sosial di masyarakat, radio komunitas justru menunjukkan kebalikannya. Teknologi multidimensi itu justru dimanfaatkan sebagai sarana menjaga dan merawat semangat paguyuban warga komunitasnya. Salah satu tujuannya adalah pemberdayaan warga.
Lewat radio komunitas itu, warga komunitas saling berbagi informasi, share ilmu, dan pengalaman. Atau sekadar berkonsultasi dengan sesama warga komunitas. Boleh dibilang, radio komunitas adalah transformasi lembaga-lembaga sosial yang keberadaannya di masa sekarang ini terus tergerus.
"Tujuan radio komunitas salah satunya untuk merawat kebersamaan anggota komunitas. Karena pendirian radio komunitas juga diinisiasi oleh anggota komunitas melalui dana iuran," kata Ketua Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) wilayah Sumut, Tohap Andi Simamora kepada medanbisnisdaily.com, Minggu (4/3/2018).
Komunitas yang dimaksud bisa terklarifikasi berdasarkan wilayah/teritorial maupun pekerjaan yang sama (buruh, petani, nelayan dan lain-lain).
"Banyak radio komunitas di Sumut, tapi yang bergabung di JRKI Sumut hanya 16 radio komunitas. Sebagian tidak bisa gabung ke jaringan ini karena asas dan prinsip mereka tidak sesuai dengan yang dianut JRKI," ujarnya.
Tohap menambahkan, JRKI menjunjung tinggi asas demokratis. Di mana PPK (Pelaksana Penyiaran Komunitas) dan DPK (Dewan Penyiaran Komunitas) dipilih warga komunitas
Sementara radio komunitas yang ada di kampus, pesantren dan gereja PPK dan DPK ditentukan oleh penentu kebijakan. Sehingga mereka tidak bisa bergabung dalam JRKI.
Selain demokrasi, kemandirian juga merupakan bagian penting dari radio komunitas. Di JRKI, dana operasional dan perlengkapan ditanggung oleh komunitas. Sejauh ini JRKI Sumut tidak pernah mendapat bantuan dana dari pemerintah.
"Namun kami pernah bekerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah dan lembaga negara, seperti BKKBN, KPK, Kementeriaan Pemberdayaan Perempuan dan MA. Sedangkan dengan luar negeri kami pernah bekerja sama dengan Bank Dunia," kata Tohap.
"Kami punya program 3 On (on air, on line, on land) juga punya portal bersama, yakni www.suarakomunitas.net. Melalui radio komunitas kami ingin membangun dan memberdayakan warga komunitas dengan semangat paguyuban. Lewat radio komunitas kami berkumpul untuk berdiskusi, sharing pengalaman dan berbagi ilmu," lanjut Tohap.

