| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com-Medan. Puluhan pedagang Pasar Pringgan berunjuk rasa di depan Kantor Walikota dan DPRD Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Selasa (24/4/2018). Pedagang menilai pemerintah tak becus menangani pasar itu yang kondisinya diibaratkan seperti kandang babi.
Salah seorang pedagang, Lasmaida Pasaribu mengungkapkan, saat ini terjadi kekosongan pengelola di pasar itu. PD Pasar yang semula ditunjuk mengelola pasar itu kini telah angkat kaki, setelah PT Parbens ditunjuk per Januari lalu. "Namun sampai sekarang PT Parbens belum bisa masuk, karena ada oknum yang menghalangi," katanya.
Akibatnya, dalam tiga bulan terakhir, pasar itu tak memiliki pengelola sehingga sampah berserakan dan lapak-lapak pedagang mulai tak teratur. "Pasar itu sudah seperti kandang babi. Jorok macam kandang sapi," ungkapnya.
Masalah ini bermula setelah kontrak PT Triwira Lokajaya, selaku pengelola pasar itu habis pada akhir 2017 lalu. PT Triwira sendiri mengelola pasar itu selama hampir 20 tahun. Pemko kemudian menunjuk PD Pasar Kota Medan untuk mengelola pasar itu. Belakangan, SK Walikota keluar pada pertengahan Januari 2018 yang menunjuk PT Parbens mengelola pasar itu.
Polemik terus terjadi. Pedagang terpecah menjadi dua kubu. Kubu satu menolak PT Parbens, kubu yang lain mendukung. Akibatnya, pengelolaan pasar itu kian tak jelas.
Dalam orasinya, pedagang meminta Pemko Medan dan DPRD Medan untuk segera menyelesaikan masalah itu. "Kami meminta ketegasan Walikota Medan terhadap penunjukan pengelola Pasar Pringgan," kata salah seorang pedagang, Ramses Napitupulu.
Menurut dia, akibat kejadian ini, pedagang tak memiliki rasa nyaman berjualan di sana. Pedagang menuntut pasar yang layak dan terurus untuk berjualan.

