| Login • Lupa Password | Daftar segera dan nikmati pemasangan iklan baris secara gratis! |

Medanbisnisdaily.com - Marelan. Danau Siombak yang memiliki luas 43 hektare berdiameter 1.000 di Kelurahan Payapasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, menyimpan mutiara yang tak habis ditelan bumi. Masyarakat di sekitar sana pun memanfaatkan perairan Danau Siombak sebagai mata pencaharian sehari-hari.
Mutiara Danau Siombak, sejenis ciput rantai atau kupang yang kerap dimanfaatkan warga sekitar untuk dijual kepada pengusaha ternak, sebagai pakan bebek di sekitar Marelan. Ada dua nelayan Danau Siombak, warga Lingkungan 7 Kelurahan Payapasir yang rutin mencari kupang di Danau Siombak, Adi (37) dan Ikhsan (22).
Meski harga mutiara Danau Siombak itu dijual relatif murah per kilogram, namun dari usaha itu, mereka dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Seperti dikatakan Adi, saat ditemui medanbisnisdaily.com di pinggiran Danau Siombak, Rabu (26/6/2019) sore, sehari mencari kupang ia berpenghadilan Rp 225 ribu. Ayah 3 orang anak yang masing-masing duduk di bangku sekolah SD, SMP dan SMK ini, mengaku dari usaha yang digeluti itu dapat membiayai anak sekolah yang keseluruhan bersekolah di perguruan swasta favorit di Medan Marelan, serta biaya kebutuhan lainnya.
Dengan menggunakan sampan berukuran 14 kaki yg dilengkapi mesin 5,5 PK, Adi dan beberapa nelayan lainnya, setiap hari turun ke Danau Siombak untuk mengumpulkan kupang. "Setiap hari selama tiga jam saya berendam di Danau Siombak untuk mengumpulkan kupang dari dasar danau," ujar Adi.
Disebutkannya, selama tiga jam mengumpulkan kupang, terkumpul satu sampan kupang yang lebih kurang jumlahnya mencapai 225 Kg. Mutiara Danau Siombak itu kemudian dijual Rp 1.000/Kg. "Inilah aktivitas sehari- hari yang dilakukan nelayan Danau Siombak," ujar Adi didampingi rekannya, Ikhsan yang juga mencari kupang.
Secara terpisah, Wibi Nugraha, aktivis lingkungan yang membuka lahan pembibitan tanaman bakau (mangrove) di Danau Siombak kepada medanbisnisdaily.com, mengatakan, untuk melestarikan kupang, warga sekitar Danau Siombak harus menjaga kebersihan danau dan menjaga hutan mangrove di Danau Siombak.
"Selain itu, nelayan juga diimbau untuk tidak mengambil kupang secara berlebihan dengan cara mengeksplorasi, karena dapat merusak habitatnya," ujar petani mangrove tersebut yang juga kader konservasi alam Sumatera Utara.

